oleh

Selamatkan Aset NU, LWPNU Tulungagung Gelar Pelatihan Kader Penggerak Wakaf

Tulungagung, (afederasi.com) – Lembaga wakaf dan pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) cabang Tulungagung menggelar pelatihan kader penggerak wakaf (LKPW). Hal ini sebagai bentuk penyelamatan aset Nahdlatul Ulama.

Dimana pelatihan LKPW itu dilakukan di kantor pemerintahan desa (pemdes) Kedungwaru, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Minggu (6/9/2020).

Ketua Lembaga Waqaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) cabang Tulunagung, H. Lamuji mengungkapkan kegiatan pelatihan kader wakaf ini merupakan kegiatan kali kedua di laksanakan, yang diikuti oleh kader penggerak wakaf dari MWC Kecamatan Tulungagung, Boyolangu, Kedungwaru dan Ngantru.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyelamatkan aset umat Islam, terutama milik warga Nahdlatul Ulama (NU),” ungkap pria yang juga kepala KUA dan PPAIW Kecamatan Kalidawir.

Dalam acara ini, turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Tulungagung Adib Makarim. Pada kesempatan itu, Adib mengingatkan, agar warga NU mengganti nadzir masjid yang kebanyakan hingga kini masih perorangan, dan rata-rata orang yang wakaf tersebut sudah meninggal.

“Maka dengan komposisi nadzir baru melalui pembuatan berita acara, yang ditujukan kepada kepala KUA selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), yang selanjutnya diteruskan ke BWI agar ditetapkan penggantinya,” katanya.

Sementara itu Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tulungagung, KH. Hakim Mustofa mengapresiasi langkah dari lembaga wakaf dan pertanahan (LWPNU) yang melakukan jemput bola untuk mengoptimalkan kepentingan hajat mayoritas warga nahdliyin.

Menurutnya Kyai Hakim sapaan akrab, KH.Hakim Musthofa pelatihan seperti ini sangat penting dilaksanakan, dikarenakan pengurusan sertifikasi tanah wakaf masjid dan aset-aset NU yang jumlahnya ribuan.

Ketika aset tidak diurus sertifikatnya, dipastikan rawan akan dikuasai atau beralih oleh kelompok yang tidak sepaham dengan NU. Apalagi orang yang wakaf sudah meninggal dunia. Sebab dalam pengurusan sertifikat tanah wakaf tidak semudah yang dibayangkan banyak orang. Banyak persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi.

“Untuk sertifikasi tanah wakaf membutuhkan orang yang berjuang kuat. Sehingga diperlukan penguatan kapasitas pengurus dengan menambah pejuang dan relawan pengurus wakaf di tingkat MWC NU hingga ranting ,”terangnya.

Selain pengurusan sertifikat tanah wakaf masjid NU, dan wakof produktif lainnya, Kyai Hakim berharap lembaga tersebut juga memikirkan kemakmuran masjid. Faktanya banyak masjid yang sudah berkurang jamaahnya seiring berkembangan zaman, utamanya dalam salat lima waktu. “Ini juga menjadi problem yang harus dicarikan jalan keluar,” imbuhnya. (an/dn)

News Feed