oleh

Rumah Sakit di Kendal Buka Layanan Jampersal

Suasana MoU antara Rumah Sakit dan Jampersal

Kendal (Afederasi.com) – Program Jampersal (Jaminan Persalinan) di Kabupaten Kendal  mulai dijalankan oleh semua rumah sakit. Sebelumnya jampersal hanya dilakukan oleh pusmkesmas saja.. Hal tersebut terungkap dalam Memorandum of Understanding (MOU)antara jampersal dengan rumah sakit,  di Tirto Arum Kendal Jawa Tengah pada (11/2/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal Drs. Ferynando RAD Bonay jampersal yang dijalankan di puskesmas ternyata kurang bisa terserap. Oleh karena itu, rumah sakit harus ikut melayani program itu.

“Penyaluran Jampersal di tiap Puskesmas ternyata menurut data terakhir tahun 2019 hanya terserap 66 %, tahun – tahun sebelumnya 51-55 %. Jadi kali ini Rumah sakit kita libatkan supaya program yang menyasar masyarakat kurang mampu benar – benar bermanfaat,” terang Ferynando.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Muhamad Nusidik, SH., SKM., M.Kes., mengungkapkan angka kematian ibu dan bayi memang sudah turun namun termasuk masih tinggi. “Puskesmas Di Kaliwungu Selatan,Boja 1 Kendal 2 dan Kaliwungu masih menyumbang kasus kematian ibu dan bayi yang cukup tinggi di Kabupaten Kendal. Oleh karenanya kami mengajak semua rumah sakit untuk menandatangani MOU progran jampersal ini,” ujarnya.

Baca Juga  Begini Cara Mengurus Administrasi Kependudukan di Tengah Pandemi Covid-19

Sementara, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Endang Jumini menambahkan yang masih menjadi lokus (daerah) yang punya kecenderungan penyumbang angka kematian ibu dan bayi yang tinggi dan termasuk 120 daerah dengan AKI dan AKB yang tinggi di Indonesia.

“Perdarahan, jantung, hepatitis dan pneumonia/TBC merupakan beberapa penyakit yang menyebabkan ibu melahirkan meninggal sejatinya bisa dikurangi dengan melakukan tindakan antara lain dengan peningkatan antenatal berkualitas dalam mendukung Jampersal, peninkatan Linakes Di Faskes tingkat pertama dalam mendukung jampersal, pelayanan KB berkualitas terutama terutama KB pasca persalinan dalam mendukung jampersal dan peningkatan pelayanan kesehatan reproduksi terpadu responsif gender,” urai Endang.

Diketahui tujuan umum dan tujuan khusus jampersal  yakni meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bersalin dan nifas serta bayi baru lahir ke fasilitas pelayanan kesehatan yang kompeten.

Dijelaskan dana jampersal dapat digunakan untuk membiayai persalinan/perawatan kehamilan risiko tinggi di fasilitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil/bersalin miskin dan tidak mampu yang belum mempunyai jaminan pembiayaan oleh JKN/KIS, atau jaminan lainnya. Penerima bantuan hanya berlaku di perawatan/pelayanan kelas III sesuai dengan pelayanan bagi penerima bantuan iuran (PBI) dan tidak diperbolehkan naik kelas.

Baca Juga  Begini Cara Mengurus Administrasi Kependudukan di Tengah Pandemi Covid-19

Adapun kuota program jampersal untuk rumah sakit diberikan sebanyak 59 dengan perincian RSUD Soewondo (14), RSI (14), RS DI (14), RSBH (12) dan Charli Hospital (5). ( rob/am).

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed