Selasa, 2 Agustus 2022, 16:47 WIB

Ramaiakan Acara Suroan, Kirab dan Jamasan Ratusan Pusaka di Gelar di Kediri

Kediri, (afederasi.com) – Ratusan pusaka yang datang dari berbagai paguyuban di daerah Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, dan Jombang memadati Taman Totok Kerot Desa Kunir Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri, Selasa (2/7/2022) pagi. Kedatangan mereka dalam rangka semarak bulan Muharram atau Suro dalam tanggal Jawa dengan agenda kirab dan jamasan pusaka.

Setidaknya sekitar 100 pusaka dari jaman dahulu dipamerkan dan mengikuti gelaran ini.

Ketua Pelaksana Kirab dan Jamasan Gratis Paguyuban Antik Kadiri (Pantika) Said, menjelaskan kegiatan ini menjadi yang pertama kali digelar dengan ratusan pusaka yang dihadirkan menjadi satu di Kabupaten Kediri.

“Diawali tahun ini. Dan mungkin tahun-tahun ke depan bisa rutin kita laksanakan, perkiraan sampai detik ini kurang lebih sekitar 100 pusaka,” katanya.

Said menjelaskan ritual jamasan sendiri diartikan sebagai pencucian benda pusaka selama satu tahun sekali setiap bulan Syuro. Tentu secara khusus jamasan pusaka tersebut, kata dia juga menggunakan ritual khusus.

Salah satunya jamasan dibasuh dengan air yang berasal dari sumber mata air di wilayah Karesidenan Kediri. Sumber mata air tersebut dipilih karena memiliki makna-makna baik bagi benda pusaka.

Disebutkan Said ada beberapa sumber mata air seperti Air Terjun Sedudo Nganjuk, Sumber Drajat, Sendang kencono, Kantil. Dan beberapa sumber terdekat.

“Total ada 9 sumber mata air yang diambil,” jelasnya.

Menurut Said, jamasan pusaka sendiri digunakan untuk membuang aura negatif yang menempel sepanjang satu tahun kebelakang. Maka dari itu, pusaka tersebut harus dijamasi, agar aura negatif hilang dan memberikan berkah kepada sang pemilik.

“Kalau tidak dijamas, biasanya orang dahulu terkesan membawa sengkala (hal buruk-red),” ujarnya.

Sementara itu, terkait pemilihan tempat jamasan pusaka di Taman Totok Kerot Kabupaten Kediri ini, Said menyebut menjadi salah salah satu situs sejarah penting di Kediri. Maka diharapkan kegiatan ini juga mampu mendapatkan berkah.

“Dan semoga membawa berkah sekitar, dan bisa menampilkan Situs Totok Kerot,” pungkasnya.(sya/dn)