oleh

Persiapan Jelang Ramadan dan PTM, Ini yang Dilakukan Polres Trenggalek

Trenggalek, (afederasi.com) – Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama instansi terkait dan stake holder lainnya, Rabu (7/4/2021).

Rakor yang digelar di Rupatama Mapolres tersebut, dalam rangka persiapan menjelang bulan suci Ramadan 1442 H/2021 dan pembelajaran tatap muka (PTM) sekolah.

Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring menuturkan, memasuki bulan Ramadan diperkirakan akan terjadi peningkatan aktivitas masyarakat baik menjelang buka puasa (Ngabuburit) maupun sahur.

Termasuk diantaranya adalah beberapa alokasi yang menjadi sentra kegiatan masyarakat seperti pusat perbelanjaan, lokasi wisata maupun tempat lain yang kerap digunakan masyarakat untuk menunggu waktu berbuka bersama.

“Kondisi seperti itu, tentunya sangat berpotensi terjadi kerumunan masyarakat. Sehingga besar kemungkinan bisa menyebabkan terjadinya penularan Covid-19 atau bahkan klaster baru,” ungkapnya.

Oleh sebab itu lanjut AKBP Doni, diperlukan langkah-langkah strategis untuk mencegah penyebaran virus berbahaya tersebut.

“Perlu kerja keras dari kita semua. Karena tugas kita selain menjaga kamtibmas tetap kondusif selama bulan ramadan hingga lebaran juga melakukan upaya maksimal pencegahan penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Baca Juga  Bahas KUA PPAS 2021, Komisi I DPRD Libatkan Diskominfo dan Camat

Terkait dengan pembelajaran tatap muka, AKBP Doni meminta agar dinas terkait termasuk gugus tugas Covid-19 benar-benar melakukan asistensi dan pengawasan secara ketat.

Meskipun tenaga pendidikan dan para guru telah mendapatkan vaksinasi, namun kepatuhan terhadap Prokes dan SOP wajib dilaksanakan dengan konsisten.

“Polres Trenggalek siap memberikan dukungan, agar langkah pencegahan yang kita lakukan bisa benar-benar optimal dan mampu menekan angka terkonfirmasi Covid-19 di kota Tempe Kripik,” tegasnya.

Terkait tingkat kepatuhan masyarakat terhadap prokes AKBP Doni juga menyoroti, bahwa dinilai mulai mengalami penurunan.

“Hal ini dibuktikan, setiap kali digelar operasi Yustisi maupun penertiban, baik ditingkat kabupaten maupun kecamatan masih kerap ditemukan warga yang abai,” imbuhnya.

AKBP Doni juga menambahkan, bahwa pihaknya memastikan berikan jaminan rasa aman masyarakat dengan tetap menjaga kewaspadaan dan mendorong kepatuhan protokol kesehatan.

“Ibadah khusyuk, aman dan tentunya sehat terhindar dari paparan Covid-19,” pungkasnya. (pb/dn)

News Feed