oleh

PCNU Desak Pemkab Tindak Guru dan Kepsek Radikal

Wakil ketua tanfidz PCNU, Mohammad Fatah Masrun ketika  Forum Group Discussion (FGD) di rumah makan Bima

Tulungagung, (Afederasi.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tulungagung mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung untuk bertindak tegas terhadap oknum guru dan kepala sekolah (kepsek) yang dinilai radikal dan melindungi aktivitas-aktivitas yang mengarah terhadap pergerakan penolakan ideologi pancasila.

Hal tersebut diungkapkan salah satu pengurus PCNU saat menghadiri acara Forum Group Discussion (FGD) kebangsaan lintas iman yang bertema peneguhan NKRI harga mati, dan penolakan konsep Khilafah, syariah, dan radikalisme pada Sabtu (21/9).

“Kami meminta Pemkab Tulungagung menindak tegas oknum guru dan kepsek yang radikal,” tegas salah satu pengurus PCNU Tulungagung Mohammad Fatah Masrun.

Fatah mengatakan, permintaan ini bukanlah gertakan semata. Pasalnya, berdasarkan hasil studi yang dilakukannya, pihaknya menemukan banyak pelajar yang sudah teraliri paham radikalisme. Parahnya, gerakan-gerakan ini dilakukan di sekolah-sekolah dan kampus.

“Pengaruh ini dilakukan oleh gurunya, bahkan kepala sekolah yang mengetahui aktivitas ini pun membiarkannya,” katanya.

Fatah menjelaskan, doktrin ini dilakukan secara diam-diam (silent). Dengan jelas, oknum-oknum guru tersebut telah menanamkan faham anti pancasila hingga konsep negara khilafah.

“Mereka terang-terangan mengatakan anti NKRI dan pancasila, ini kan berbahaya,” ujarnya.

Fatah melanjutkan, pergerakan anti NKRI dan Pancasila ini ternyata juga dilakukan di perguruan tinggi. Menurutnya, mereka juga kerap melaksanakan pertemuan kecil-kecilan seperti FGD ini untuk menarik para simpatisan.

“Bayangkan saja, seumpama selama sebulan mereka berhasil merekrut 5 orang, maka dalam setahun menjadi 60 orang,” imbuhnya.

Fatah menambahkan, pihaknya menghimbau agar generasi milenial baik yang berstatus pelajar maupun mahasiswa selalu waspada dengan ancaman ini. Jika ingin belajar ilmu agama dihimbau untuk mencari guru dan lembaga yang tepat.

“Kalau kegiatannya dilaukan secara sembunyi-sembunyi pasti ada yang tidak beres,” jelasnya.

Dan jika ingin belajar berorganisasi, diharapkan mereka masuk organisasi-organisasi yang sudah ada seperti halnya PMII, HMI, GMNI, dan IMM.

“Saya kira empat organisasi tersebut masih menjadi bagian cinta NKRI,” pungkasnya. (ra/am)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed