oleh

Muslimat NU Pecahkan Rekor MURI Sajian Khas Tulungagung, Nasi Pincuk Ayam Lodho Suwir

Sajian ribuan nasi pincuk ayam lodho suwir pecahkan rekor MURI, di dalam GOR Lembu Peteng, Tulungagung, Jawa Timur.

Tulungagung, (Afederasi.com) – Organisasi Muslimat NU Kabupaten Tulungagung, pada Minggu (29/09/2019), telah memecahkan rekor MURI dalam penyajian kuliner nasi ayam lodho suwir pincuk daun pisang dengan jumlah mencapai 9.738 porsi.

Ketua Pantia Durratun Nashihin mengungkapkan kegiatan pemecahan rekor ini merupakan salah satu upaya Muslimat NU dalam mengenalkan kuliner lokal,  khususnya dari kawasan Tulungagung dan sekitarnya.

“Kalau sebelumnya yang sudah dipecahkan di Tulungagung adalah reog kendang, nyete hingga bermain dakon. Sekarang giliran kuliner ayam lodho,” ungkap Durratun Nashihin, ketika dikonfirmasi Afederasi.com, Minggu (29/9/2019).

Menurutnya, guna mencapai target masuk dalam rekor MURI, pihaknya menggerakkan seluruh jajaran organisasinya hingga tingkat ranting atau desa. Dimana, setiap ranting rata-rata membawa minimal 50 porsi ayam lodho suwir, yang dikumpulkan dalam puncak kegiatan Harlah Muslimat NU ke-73 di GOR Lembu Peteng, Tulungagung.

“Kita target sekitar 9.738 ditambah 14 tumpeng. Jumlah itu memiliki arti, yaitu 9 adalah simbol NU yakni bintang sembilan, kemudian 73 adalah hari lahir Muslimat NU yang kami peringati ini dan 8 plus 14 tumpeng kalau digabung adalah 814 atau usia Kabupaten Tulungagung saat ini,” ujarnya.

Baca Juga  Stroke Tak Kunjung Sembuh, Kakek Ini Pilih Gantung Diri

Durratun menambahkan, dengan pemecahan rekor ini diharapkan nama kuliner ayam lodho suwir semakin dikenal masyarakat luas, sehingga mampu membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil di bidang kuliner lodho.

Diketahui ayam lodho sendiri merupakan sajian kuliner masyarakat di wilayah Mataraman seperti Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Ponorogo dan daerah sekitarnya. Masakan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan ini menyerupai masakan bersantan opor ayam, hanya saja proses memasak yang sedikit berbeda, yakni daging ayam terlebih dahulu dibakar.

Sementara itu Manajer Senior Muri (Museum Rekor Indonesia)  Ariyani Siregar, mengatakan dari hasil penghitungan oleh tim Muri, target 9.738 porsi lodho suwir pincuk daun pisang plus 14 tumpeng telah terpenuhi.

“Sehingga ini berhasil memecahkan rekor  dunia (versi Muri) dengan jumlah terbanyak dan tercatat dalam rekor di Muri yang ke-9.199,” kata Ariyani.

Dia menjelaskan, dari data di Muri, Kabupaten Tulungagung tercatat sudah ke delapan kali mencatatkan rekor di Muri, diantaranya rekor nyete atau menghias batang rokok dengan ampas kopi, pemilihan kepala desa serentak dengan jumlah terbanyak, bakar ayam dengan peserta terbanyak, penyajian ketupat terbanyak, pembuatan cenil terpanjang, bermain dakon dengan peserta terbanyak, sajian pecel lele terbanyak, serta tarian reog kendang dengan peserta terbanyak.

Baca Juga  10 Jabatan Kepala OPD Pemkab Tulungagung Kosong

“Rekor ini sudah ke sembilan kali yang dicatatkan oleh Kota Mamer,” tambahnya.

Usai dilakukan proses penghitungan oleh tim Muri, ribuan porsi ayam lodho tersebut dibagikan kepada anggota Muslimat NU yang menghadiri puncak peringatan Harlah ke-73 di GOR Lembu Peteng Tulungagung, Jawa Timur.(an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed