oleh

Miliki Mobile Tracking Baru, GTPP Optimis Percepat Temukan Kasus Covid-19

Tulungagung, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung optimis bisa mempercepat temuan kasus Covid-19. Pasalnya, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) kini telah memiliki Mobile Tracking baru.

Mobile Tracking yang didesain seperti truk kontainer tersebut merupakan sumbangan dari sekumpulan pemuda yang tergabung dalam komunitas Safe Tulungagung, dan diterima langsung oleh Bupati Maryoto Bhirowo.

Maryoto mengatakan, mobile tracking ini merupakan bantuan dari komunitas Safe Tulungagung yang peduli dengan penyebaran Covid-19 khususnya di Tulungagung.

Menurutnya jika selama ini hasil swab harus menunggu dari Surabaya, dengan adanya mobile tracking ini maka hasilnya bisa diketahui lebih cepat.

“Jadi dalam waktu sehari kita bisa mengetahui apakah seseorang tersebut positif/negatif Covid-19 setelah mobile tracking ini berkolaborasi dengan laboratorium di RSUD dr Iskak,” jelasnya.

Maryoto melanjutkan, dengan hasil yang lebih cepat, tentu akan mempermudah tim GTTPC dalam melakukan penanganan, memetakan sebaran, dan menemukan kasus Covid-19 yang baru.

Sementara itu Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung Supriyanto menjelaskan, cara kerja Mobile Tracking ini yakni dengan mendatangai lokasi yang telah ditentukan oleh Tim GTPPC. Selanjutnya, warga yang telah terdata sebelumnya akan menjalani rapid test di dalam Mobile Tracking tersebut.

Baca Juga  Patut Ditiru, Lima Warga Desa Srikaton Ini Bantu Polisi Tangkap Bandar Narkoba

“Jika hasilnya reaktif maka yang bersangkutan akan menjalani swab di ruangan sebelahnya,” terangnya.

Kemudian lanjut Supriyanto, sampel swab tersebut dibawa ke laboratorium RSUD dr Iskak untuk diketahui hasilnya terkonfirmasi positif/negatif.

“Kalau hasilnya positif, maka si pasien langsung dikarantina,” imbuhnya.

Masih menurut Supriyanto, dengan adanya Mobile Tracking ini bisa mempercepat tracking sesuai harapan Presiden Jokowi. Khusus di Tulungagung, dalam sehari minimal harus melakukan swab kepada 98 orang.

“Kalau secara nasional Pak Jokowi menginginkan capaian tes sebanyak 20 hingga 30 ribu/hari,” katanya.

Untuk mengetahui hasil swab lanjut Supriyanto, pasien tidak perlu datang ke rumah sakit. Namun cukup dengan melakukan scan barcode melalui ponsel masing-masing menggunakan aplikasi PSC Emergency Button yang bisa diunduh di ponsel android.

“Jadi sticker barcode ini akan kita tempel di lokasi lokasi yang strategis seperti pertokoan, bandara, dan fasilitas umum yang lain,” ungkapnya.

Supriyanto menambahkan, semakin banyak melakukan tracking, maka Tim GTPPC bisa memprediksi kapan puncak kasus Covid-19 di Tulungagung.

Baca Juga  Gegara Bermain Api, Gudang Penyimpanan Kayu Terbakar

Terpisah salah satu anggota Safe Tulungagung Sigit Purnomo mengatakan, dengan adanya Mobile Tracking ini akan mempermudah masyarakat yang berada di daerah pelosok. Artinya, untuk melakukan rapid test atau swab, mereka tidak harus datang ke RSUD dr Iskak.

“Jadi Mobile Tracking ini menjemput bola,” terangnya.

Sigit melanjutkan, spesifikasi Mobile Tracking ini sudah sesuai dengan ketentuan dari Pemprov Jatim. Menurutnya, satu unit Mobile Tracking ini menelan biaya sekitar Rp 750 juta.

“Salah satu donaturnya dari komunitas Sultan Agung 78 dari Pondok PETA,” katanya.

Sigit menambahkan, kedepan pihaknya bersama anggota yang lain juga telah berencana membuat Mobile Tracking serupa. Tujuannya yakni untuk membantu pemerintah dalam menangani Covid-19.

“Kita semua sadar, tidak mungkin penanganan Covid-19 ini hanya diserahkan kepada pemerintah,” pungkasnya. (yp).

News Feed