oleh

Lagi, Kasus Pedofilia Guncang Kota Marmer

Pintu rolling door Toko Nikita dipasangi garis polisi (yoppy/afederasi.com).

Tulungagung, (afederasi.com) – Kasus pedofilia atau pencabulan terhadap anak-anak atau remaja kembali mengguncang Kota Marmer. Kali ini lokasinya di Kecamatan Boyolangu tepatnya di Toko Elektronik Nikita yang ada di Pasar Boyolangu. Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Kecamatan Ngantru dan Kecamatan Sumbergempol.

Lagi-lagi, penggerebekan dilakukan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) pada Kamis (21/11/2019) sekitar pukul 23.00 WIB. Terpantau saat ini pintu rolling door di Toko Nikita telah dipasangi garis polisi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun afederasi.com, anggota Polda Jatim berjumlah sekitar enam orang. Sebelum mendatangi lokasi, mereka meminta bantuan ke Polsek Boyolangu yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi.

Karena mereka bisa menunjukkan sprin gas dan sprindik, akhirnya anggota Polsek Boyolangu membantu pengamanan di lokasi. Tak banyak yang tau apa yang dilakukan anggota Polda tersebut. Namun, mereka dilokasi mulai pukul 23.00 WIB hingga pukul 01.30 WIB.

Sebelum meninggalkan lokasi, mereka tampak membawa celana dan baju milik korban serta sebuah karpet yang diduga digunakan sebagai alas. Selain itu, mereka juga mengamankan pemilik Toko Nikita yakni Mu alias My (47).

Baca Juga  Aniaya Istri Siri, Pria Jember ini Mendekam di Balik Jeruji Besi

“Itu saja yang kami lihat, kami juga sempat melihat ada lima anak-anak yang sudah ada di dalam mobil polisi saat datang,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya.

Informasi lain, Mu alias My sendiri sudah memiliki keluarga dan memiliki 3 orang anak. Dimana yang paling kecil berusia sekitar 24 bulan.

“Ciri-cirinya orangnya agak pendek, rambut agak botak, dan belum terlalu tua,” terangnya.

Selain berdagang barang elektronik, Mu alias My juga membuka angkringan di depan tokonya. Angkringan ini menyediakan kopi dan makanan kecil dengan dilengkapi fasilitas wifi. Angkringan ini biasanya juga buka hingga dini hari dan banyak dikunjungi oleh pelangganya terutama anak-anak.

Sementara itu, Kapolsek Boyolangu AKP Sukirno saat dikonfirmasi pewarta membenarkan hal tersebut. Namun, pihaknya tidak mengetahui secara detail terkait kasus tersebut. Menurutnya, dia hanya mendampingi dan melakukan pengamanan.

“Kami hanya mendampingi, kasus tersebut ditangani langsung oleh Polda,” katanya.

Terpisah, Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasat Reskrim AKP Hendi Septiadi mengakui pemilik toko tersebut saat ini sudah diamankan anggota Polda Jatim. Namun, pihaknya juga tidak bisa memberikan keterangan lebih lantaran kasus ini ditangani Polda.

Baca Juga  Diancam 15 Tahun Penjara, Pelaku Perkosaan ABG Hanya Tertunduk

“Langsung konfirmasi ke Polda Krim Um saja,” katanya.

Namun Hendi mengakui, jika penangkapan ini ada kaitanya dengan kasus pencabulan yang menjerat pemilik toko. (ra/an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed