oleh

Komisi III : Perubahan APBD 2020 Diharapkan Bisa Sinkron dengan RTRW

Trenggalek, (afederasi.com) – Komisi III DPRD Trenggalek berharap perubahan APBD 2020 bisa sinkron dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi III Sukarodin saat mengundang beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dalam rangka membahas Ranperda tentang perubahan APBD tahun anggaran 2020, Selasa (15/9/2020).

Ketua Komisi III DPRD Trenggalek Sukarodin mengatakan, pada rapat pembahasan memang ada beberapa OPD yang kegiatannya perlu dikritisi. Hingga akhirnya, perlu ada beberapa perubahan perencanaan dari yang sudah direncanakan oleh OPD.

Seperti halnya, untuk PJU ruas jalan yang rencananya di Desa Senden sampai titik akhir Goa Ngerit Kecamatan Kampak.

“Memang kita sedang membahas RTRW, dan yang diperlukan itu singkronisasi kaitannya dengan apa yang sudah direncanakan. Utamanya pada saat penganggaran akan singkron dengan apa yang kita mau di RTRW,” ungkapnya.

Karena itu lanjut Sukarodin, di RTRW sendiri menginginkan ada segi tiga emas. Yaitu Kecamatan Munjungan, Watulimo dan Kampak. Dan sebagai pusat pengembangan itu ada di Kecamatan Kampak.

Baca Juga  Paripurna DPRD, Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Rancangan Perubahan APBD 2020

“Tujuannya apa, agar paska JLS dan pelabuhan nanti selesai Trenggalek tidak hanya menjadi penonton. Dengan cara bikin segi tiga emas tadi, supaya tidak lari ke kabupaten sebelah,” terangnya.

Maka dari itu, masih kata Sukarodin, solusi yang tepat adalah memperbaiki ruas jalan beserta fasilitas pelengkap jalannya untuk jalur Kampak-Watulimo.

“Untuk itu, mulai PAK ini seluruh OPD mengarah ke sana termasuk tadi PJU yang awalnya dipakai untuk Senden-Goa Ngerit. Karena anggaran terbatas kita ambil titik-titik tertentu dan di mulai dengan cara bertahap,” jelasnya

Lebih lanjut Sukarodin menjelaskan, kalau PAK hanya mampu untuk beberapa titik, maka berikutnya di anggarkan tahun 2021 demikian seterusnya.

“Untuk APBD tahun 2020 kita konsentrasi pada ruas jalan Watulimo sampai Panggul bisa selesai. Kendati demikian, tadi disampaikan oleh PUPR masih butuh anggaran Rp 4 milyar untuk menyelesaikan itu. Dengan demikian kita akan anggarkan pada 2021 nanti,” imbuhnya.

Kemudian, tambah Sukarodin, termasuk ruas jalan Pule dan Kembang Sore serta beberapa titik lain yang juga harus selesai.

Baca Juga  Partai Demokrat Optimis Menangkan Arifin-Syah

Sedangkan terkait rumah sakit dengan kemampuan keuangan kita untuk memiliki rumah sakit yang representatif apalagi berkeinginan naik kelas atau tipenya, jika mengandalkan APBD rasanya itu berat.

“Maka dari itu, tadi kami sarankan agar mencari pinjaman daerah sedangkan terkait Perda-nya sudah kita buatkan. Alasannya, pariwisata dan rumah sakit ini ada kemampuan untuk mengembalikan, makanya itu yang perlu kita dorong,” pungkasnya. (pb/yp)

News Feed