oleh

Kemarau Panjang, 16 Desa Di Kota Marmer Alami Krisis Air Bersih

BPBD Tulungagung lakukan supply air bersih di wilayah yang mengalami krisis air bersih (dok afederasi.com)

Tulungagung, (Afederasi.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung menyebutkan ada sekitar 16 desa yang tersebar di 7 kecamatan di wilayahnya mengalami krisis air bersih di musim kemarau panjang  tahun ini.

Adapun tuju kecamatan di Tulungagung yang mengalami krisis air bersih diantaranya Kecamatan Kalidawir, Besuki, Tanggunggunung, Pagerwojo, Pucanglaban, Sendang, dan Gondang.

“Sesuai permintaan supply air bersih hingga kini total ada 16 desa. Dan hingga kini suplai air bersih terus kita lakukan,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Soeroto, Selasa (12/11/2019).

Soeroto memaparkan, pada bencana kekeringan sendiri terbagi menjadi tiga kategori. Yakni kategori kering langka terbatas, kering langka, dan kering kritis.

Sementara untuk wilayah Tulungagung rata-rata mengalami krisis air pada kategori kering langka terbatas dan kering langka. Dimana, jarak permukiman warga dengan sumber air rata-rata paling dekat 0,1 kilometer (km), dan jarak paling jauh sekitar 3 km.

Baca Juga  Masuki Musim Penghujan, 11 Kecamatan Di Kota Marmer Rawan Bencana Alam

“Kalau jarak sumber air sudah lebih dari 3 km itu sudah sangat parah, dan masuk pada kering kritis,” paparnya.

Berdasarkan data BPBD Tulungagung, sepanjang tahun 2019 hingga awal November tercatat sudah 16 desa yang mengalami krisis air bersih. Yaitu Desa Kalibatur, Karangtalun, Winong, Rejosari, Besuki, Teggarejo, Kresikan, Pakisrejo, Kradinan, Mulyosari, Sidomulyo, Samar, Pagerwojo, Demuk, Picisan, dan Blendis.

“Sehingga total sudah sebanyak 35 dusun yang meminta bantuan suplai air bersih. Jumlah ini tersebar di 7 kecamatan yang ada di Kabupaten Tulungagung,” jelasnya.

Soeroto menambahkan, ditahun sebelumnya pihak BPBD telah memetakan  17 desa yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau ini. Jumlah ini tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan  Tanggunggunung, Besuki, Kalidawir, Pucanglaban, dan Rejotangan.

Namun, untuk tahun ini terdapat beberapa wilayah tambahan yang meminta bantuan air bersih. Yakni Desa Karangtalun, Winong, dan Pagerwojo. Sebab, di tahun sebelumnya wilayah tersebut tidak masuk dalam pemetaan daerah rawan kekeringan.

“Memang untuk tahun ini jumlahnya relatif lebih sedikit, dan ada beberapa tambahan wilayah baru yang di tahun sebelumnya tidak pernah masuk pemetaan,” tambahnya. (an)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed