Senin, 18 Oktober 2021, 18:20 WIB

Resmi Beroperasi, TPA Sanitary Landfill Sekoto Mampu Tampung 80 Ton Sampah Per Hari

Kediri, (afederasi.com) – Proyek pembangunan tambahan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Sekoto Kecamatan Badas resmi beroperasi hari ini, Senin (18/10/2021).

Proyek yang menghabiskan anggaran dana APBN sebesar Rp38 miliar itu secara resmi dibuka oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Tempat pembuangan sampah baru tersebut dikelola secara modern, berada di lahan seluas 4 hektare. Dengan menggunakan sistem sanitary landfill dan ditargetkan bisa menyerap 80 ton sampah di Kabupaten Kediri.

“TPA ini yang jelas bisa sampai jangka waktu 5 tahun 28 hari. Maka saya sampaikan tidak hanya dari hilirnya saja, hulunya juga yang harus kita perhatikan karena masalah sampah itu masalah kita bersama,” ujar Mas Dhito setelah acara peresmian TPA baru Sekoto, Senin (18/10/2021).

Dengan adanya tempat baru ini, Mas Dhito berharap pengolahan sampah yang masih dapat diurai seperti pupuk organik bisa  dimanfaatkan masyarakat sekitar.

“Hasil pupuk kompos itu boleh diambil secara gratis, saya harapkan dengan banyaknya sampah disini juga beriringan dengan banyaknya pupuk organik,” terangnya.

Baca Juga  Mas Dhito Resmikan Nama Pendopo Panjalu Djayati

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti menuturkan jika sejak Agustus 2020, pemerintah mulai menggenjot pembangunan area seluas 4 hektare tepat sebelah utara TPA lama.

Adapun, dalam item pekerjaan tersebut terdiri dari pembuatan zona penimbunan sampah (landfill), Instalasi Pengolahan Lindi (IPAL), Jembatan Timbang dan sarana pendukung.

“Luas tanahnya ada 4 hektar dan terbangun 3,8 hektar. Terbagi dalam 1,8 hektare untuk sand landfill, 1,5 hektare bangunan pendukung seperti drainase, timbangan dan jalan, dan 0,5 hektare untuk bangunan IPAL,” paparnya.

Meski begitu, Putut sapaan akrabnya mengaku masih sedikit sampah yang bisa terserap di TPA baru ini dibanding hasil produksi sampah. Dari 512 ton potensi sampah per hari di Kabupaten Kediri, TPA baru ini hanya mampu menampung sekitar 80 ton.

Menurutnya banyaknya sampah yang menumpuk sekarang dipengaruhi dari kesadaran masyarakat yang masih kurang dan didominasi dari sampah rumah tangga.

“Kebanyakan masih sampah dari sektor rumah tangga,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati Kediri Berikan Insentif kepada Guru Madrasah

Untuk itu Putut mengungkapkan jika permasalahan sampah saat ini tidak serta merta menjadi urusan yang selalu dibebankan kepada pemerintah. Melainkan menjadi urusan bersama termasuk dalam pengendaliannya. Dalam pengendaliannya, masyarakat diminta bisa menerapkan TPS 3R atau tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, dan recycle.

“Konsep TPS 3R ini adalah salah satu metode mengelola sampah secara mandiri dari masyarakat di tingkat desa dan kecamatan. Dengan metode mengurangi volume sampah dari produsen yakni pembatasan timbunan sampah (reduce), memanfaatkan kembali (reuse) dan mendaur ulang (recycle). Sebagai contohnya dapat mengelola sampah dengan dijadikannya produk-produk kerajinan berbahan baku sampah yang bernilai rupiah, dengan begitu bisa mengurangi sampah di TPA hingga 30-40 persen,” tandasnya.(sya/dn)

News Feed