Senin, 25 Juli 2022, 21:04 WIB

Ratusan Nelayan di Tulungagung Batal Dapat BPAN, Ini Penyebabnya

Tulungagung, (afederasi.com) Ratusan nelayan di Kabupaten Tulungagung batal mendapatkan Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN).

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Lugu Tri Handoko melalui Kasi Kenelayanan, Dedy Azhar Muhammad mengatakan, sebelumnya pihaknya telah menyetorkan sekitar 600 data nelayan di Kabupaten Tulungagung, ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai calon penerima BPAN.

“Instruksi Bulan Februari lalu, disuruh mendata. Jadi 600 nelayan itu sama sekali belum punya asuransi, baik asuransi mandiri atau dari pemerintah. Makanya kami setorkan,” katanya.

Namun, berselang lima bulan lamanya, progres dari wacana tersebut belum terrealisasi. Kemudian, pada tanggal 18 Juli 2022, Dedy menyebut, pihak KKP mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang berisi mengenai pembatalan BPAN pada tahun 2022.

Menurutnya, alasan pembatalan tersebut, karena anggaran digunakan untuk refocusing anggaran Covid-19.

“Besaran BPAN yang didapat setiap nelayan belum dibahas. Tapi sudah dapat edaran seperti itu, pasti banyak nelayan yang kecewa,” ujarnya.

Lanjut Dedy menambahkan, dengan dibatalkannya BPAN tersebut, menurutnya, masih ada beberapa cara agar nelayan mendapatkan fasilitas BPAN, seperti misalnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memberi fasilitas BPJS Ketenagakerjaan.

“Sebenarnya kami juga sudah memiliki rencana untuk mendaftarkan nelayan ke BPJS Ketenagakerjaan. Tapi karena dulu ada edaran BPAN itu, kami tidak jadi untuk mendaftarkan,” imbuhnya.

Dedy menegaskan, bahwa pihaknya berkomitmen akan berusaha agar para nelayan yang belum mendapatkan asuransi tersebut, bisa mendapatkan asuransi pada tahun 2023 mendatang melalui APBD. Namun, dia memperkirakan, 600 nelayan tersebut juga hanya bisa diakomodir sebagian saja.

“Jadi kami lihat dulu anggaran tahun depan berapa. Kalau hanya bisa mengakomodir sekitar 200 hingga 300 nelayan saja, kami terima bertahap,” pungkasnya.(rra/dn)