Selasa, 26 Juli 2022, 19:32 WIB

Kadis Kominfo : JKF 2022, Pentingnya Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik

Batu, (afederasi.com) – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Diskominfo Jatim), Hudiyono menyampaikan laporan kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam acara pembukaan Jatim Kominfo Festival (JKF) 2022, di Balai Kota Among Tani, Kota Batu. 

Mengawali laporannya, Hudiyono menyampaikan bahwa pengelolaan informasi dan komunikasi publik menjadi tulang punggung utama bagi institusi pemerintah dalam menyampaikan keberhasilan program, kegiatan, dan inovasi kepada publik. 

“Tanpa komunikasi publik yang baik, kebijakan dan program pemerintah berbasis masyarakat lambat diketahui oleh publik. Tidak ada percepatan. Di sisi lain masyarakat ingin ada informasi yang cepat dan tepat berkenaan dengan berbagai program pemerintah yang langsung berhubungan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari,” sambungnya. 

Sejalan dengan perkembangan media online dan media sosial di era digital saat ini, pemerintah terus berbenah diri untuk dapat meningkatkan percepatan informasi kepada masyarakat dengan berbagai inovasi dan kreativitas. 

Ia menggarisbawahi, media online dan media sosial yang dekat dengan masyarakat adalah saluran yang strategis bagi pemerintah untuk menginformasikan kebijakan kepada publik dengan cepat, akurat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

“Selain media online dan media sosial, televisi digital adalah jenis saluran media yang akan dinikmati masyarakat. Televisi digital yang gambarnya bersih, suaranya jernih dan teknologinya canggih adalah media baru yang akan memberi masyarakat kualitas konten yang baik,” imbuhnya. 

Dengan adanya berbagai media tersebut, lanjut Hudiyono, memberikan ruang yang lebih besar bagi pemerintah untuk dapat melakukan komunikasi publik yang efektif dan efisien kepada masyarakat. 

“Namun di sisi lain, media sosial, media online, dan media digital lainnya bagai pisau bermata dua. Ada sisi positif yang memberi manfaat kepada publik namun ada sisi negatif yang perlu kita waspadai sebagai tantangan,” ungkapnya.  

Percepatan informasi melalui berbagai media digital harus diikuti dengan peningkatan literasi digital yang baik bagi masyarakat pengguna informasi agar masyarakat tidak terjebak pada informasi hoaks dan berita bohong yang saat ini berkembang masif di masyarakat. 

“Di sini lah pengelolaan komunikasi publik yang efektif memegang peran kunci sebagai filter dalam diseminasi informasi pemerintah kepada masyarakat. Strategi komunikasi publik dan literasi digital yang tepat menjadi kunci utama untuk melahirkan ruang digital yang sehat. JKF 2022 diinisiasi juga untuk itu,” pungkas Hudiyono. (dn)