Rabu, 13 Oktober 2021, 19:21 WIB

BMKG Malang : Pesisir Pantai Selatan Berpotensi Gempa 8,7 SR

Tulungagung, (afederasi.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Malang menyebutkan adanya potensi gempa dengan kekuatan 8,7 skala richter di pesisir pantai selatan Tulungagung.

Hal itu setelah dilakukannya survey tentang peta rendaman tsunami dan jalur evakuasi di pantai Popoh, Sidem dan Sine selama 3 hari yang dimulai pada 11-13 Oktober 2021.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri selama tiga hari pihaknya telah melakukan kajian khusus di pesisir pantai selatan Tulungagung. Kendati demikian masyarakat tidak perlu khawatir.

“Dari kajian BMKG di wilayah selatan pantai Tulungagung ada potensi gempa sekitar 8,7 Skala Richter,”ungkap Ma’muri ketika berkunjung ke Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Kabupaten Tulungagung, Rabu, (13/10/2021).

Ma’muri menuturkan bahwa potensi gempa tersebut bisa terjadi bisa juga tidak, maka dari itu pihaknya melakukan survey tentang peta rendaman tsunami dan jalur evakuasi serta sosialiasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana.

Selain itu juga, BMKG memeriksa jalur evakuasi yang sudah ada, titik evakuasi, dan alat Early Warning Sistem (EWS) masih berfungsi atau tidak.

Baca Juga  Gempa 6,1 Guncang Tokyo, Tak Ada Bahaya Tsunami

“Alhamdulillah untuk wilayah pesisir pantai selatan, jalur evakuasi sudah siap semua,hanya perlu sedikit pembersihan karena jalur evakuasi sudah ditutupi oleh rumput, dan alat EWS bekerja dengan baik,”tuturnya.

Masih menurut Ma’muri pihak BMKG juga melakukan simulasi gempa bumi berkekuatan 8,7 SR. Melalui permodelan yang diestimasikan gelombang tiba di pantai selatan Tulungagung yang terdekat dengan pesisir di menit 30, sehingga dibuatkan peta untuk kesiapsiagaan, agar masyarakat siap dan waspada.

“Dengan adanya ini, masyarakat tidak perlu panik, masyarakat perlu waspada dan tahu apa yang dilakukan apabila ada gempa diwilayah laut,”jelasnya.

Apabila dilihat secara umum,semua pantai di Kabupaten Tulungagung hampir sama potensi gempa. Namun apabila dilihat dari sejarah gempa Banyuwangi pada tahun 1994 lalu, wilayah Pantai Sine yang mengalami kerusakan cukup parah.

“Pantai Sine ini merupakan pantai bebas yang memiliki ombak yang cukup besar.  Selain itu Pantai Sine merupakan pantai alam berbentuk teluk di pesisir selatan Kabupaten Tulungagung,” imbuhnya.

Sementara Itu Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung, Soeroto menjelaskan, untuk menyikapi kesiapsiagaan BMKG tersebut, pihaknya sudah memberikan edukasi juga kepada masyarakat pesisir pantai selatan Tulungagung serta memberikan alat pendeteksi gempa di laut. Seperti sosialasi yang sudah dilakukan berupa rumus 20.20.20.

Baca Juga  Warga Pesisir Pantai Selatan, Bentuk Pokja Konservasi Mamalia Laut

“Rumus tersebut berarti, apabila warga merasakan gempa selama 20 detik, setelah selesai (guncangan) warga harus segera evakuasi, karena di pantai akan datang tsunami dalam 20 menit, dengan cara lari ke bangunan yang ketinggiannya minimal 20 meter,” pungkasnya (riz/dn)

News Feed