Kamis, 14 Oktober 2021, 09:25 WIB

Awas Edarkan Rokok Ilegal, Penjara 8 Tahun dan Denda Mengancam

Situbondo, (afederasi.com) – Edukasi larangan peredaran rokok illegal terus menyasar para  pedagang di Situbondo. Selain antusias untuk mengikuti sosialisasi yang digelar pemerintah dan bea cukai, para pedagang pun mulai takut dan berkomitmen menolak serta akan melaporkan jika ada tawaran menjual rokok illegal.

Hal ini disampaikan sejumlah pedagang usai mengikuti sosialisasi peraturan perundang-undangan tentang ketentuan di bidang cukai dan pemberantasan barang kena cukai ilegal bagi pedagang rokok/tembakau, di balai Desa Sumberkolak, Panarukan, Rabu (13/10/2021) kemarin.

Yuli, salah satu pedagang pasar Sumberkolak yang mengikuti acara sosialisasi tersebut mengatakan, ia kini harus berani menolak menjual rokok tanpa cukai. Sebab, ia mulai paham bahwa menjual rokok illegal itu merupakan tindak pidana dan merugikan negara.

Ia pun berkomitmen enggan menerima tawaran menjual rokok illegal dan akan melaporkan pada pihak berwenang jika dirinya menemukan praktik illegal tersebut. 

“Dari penjelasan pemateri tentang hukuman dan akibat penjualan rokok ilegal saya jadi takut, dan yang pasti akan lebih teliti lagi untuk jual rokok, lebih baik menjual yang sudah ada Bea Cukai nya,” ujarnya. 

Baca Juga  Disdagin Situbondo Gencarkan Sosialisasi Bea dan Cukai

Ia bersama para pedagang di pasar sumberkolak pun mengaku berterima kasih atas edukais ini. Sebab, dalam pemaparan pemateri juga dijelaskan secara rinci daftar rokok yang sudah resmi terdaftar dalam cukai dari pemerintah. 

“Nah bagus tadi itu, selain kami diberi pengetahuan tentang undang undangnya, kami juga diberi tahu secara rinci jenis rokok yang legal dan illegal,” tambahnya. 

Sementara Humas Bea dan Cukai Jember, Johan menyebut bahwa sosialisasi semacam ini mampu menekan peredaran rokok illegal. “Dari tahun 2019 sampai 2020, alhamdulillah penjualan rokok ilegal sudah semakin berkurang,” terangnya di balai Desa Olean Situbondo.

Masyarakat yang kedapatan menjual atau memproduksi rokok ilegal, sesuai undang undang nomor 39 tahun 3007 pasal 54  akan terancam pidana hingga maksimal 8 tahun.

“Pedagang yang nekat menjual rokok illegal tentu akan kita tindak edukatif lebih dulu, namun jika terus membandel maka pidana minimal 1 tahun dan maksimal 8 tahun, serta denda 2 kali sampai 20 kali nilai bea cukai, akan berlaku bagi mereka yang melanggar,” pungkasnya.

Baca Juga  Gempur Cukai Palsu, Laporkan dengan Aplikasi Siroleg

Bea Cukai Kantor Jember terus bekerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Situbondo dalam sosialisasi pentingnya memerangi produk rokok illegal. Sosialisasi yang bertempat di aula Balai Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan tersebut dihadiri Kepala Bidang Pasar pada Disperdagin Situbondo  Agus Tiono, Sekdes Sumberkolak, Kepala Seksi  Penyuluhan pada Bea Cukai Jember Firdaus Awaludin dan Kasie Penindakan Fadli Afriansyah serta 50 orang peserta Sosialisasi yang terdiri dari Pedagang rokok di Pasar Sumberkolak dan sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pasar Disperdagin, Agus Tiono mengatakan, Bea cukai Jember menggandeng Disperdagin melaksanakan kegiatan sosialisasi Peraturan Perundang – Undangan terhadap cukai.

“Tujuan sosialisasi ini adalah agar para pedagang pasar dan kios rokok yang dibawah naungan Dinas Perdagangan dan Perindustrian tahu betul bahwa rokok yang tidak bercukai itu dilarang sehingga masyarakat betul betul paham tentang perundang – undangan pada bidang cukai,” ucapnya.

Bukan hanya itu saja, Kabid pasar Disperdagin H.Agus, menjelaskan, tujuan sosialisasi ini selain agar masyarakat tahu dan paham tentang perundang undangan bidang cukai, pihaknya juga ingin agar masyarakat yang memang akan mendirikan perusahaan rokok agar ber cukai.

Baca Juga  Tindak Tegas Pedagang yang Nekat Jual Rokok Ilegal

“Kami sarankan bagi pengusaha – pengusaha yang ingin mendirikan perusahaan rokok di Kabupaten Situbondo ini agar ber cukai. Kami yakin, dalam kepengurusan cukai tidak akan sulit,” sambungnya. (vya/dn)

News Feed