oleh

Jawa Timur Alami Deflasi 0,29 Persen Selama Bulan Juli 2020

Surabaya, (afederasi.com) – Penurunan sejumlah harga komoditas makanan, minuman, serta tembakau dan transportasi membuat Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,29 persen pada Juli 2020. Dimana jumlah penurunan ini dari bulan Juni 2020 sebesar 104,38 poin menjadi 104,08 poin.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan menjelaskan bahwa deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya sebagian indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,22 persen dan kelompok transportasi sebesar 1,05 persen.

“Selain itu sejumlah komoditas pun juga ikut terjadi penurunan harga seperti bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, gula pasir, jeruk, pepaya, ikan mujair, daging sapi, dan pisang,” ungkap Dadang saat dikonfirmasi di Gedung BPS Jatim, Kamis (6/8/2020).

Sejumlah daerah di Jatim yang mengalami deflasi diantaranya adalah Surabaya sebesar 0,41 persen, Sumenep sebesar 0,12 persen, Kediri sebesar 0,06 persen, dan Madiun sebesar 0,04 persen.

Sedangkan menurut perhitungan delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) Jatim selama Juli 2020, empat kota mengalami inflasi disamping empat kota yang mengalami deflasi. Diantaranya yang mengalami inflasi adalah Probolinggo sebesar 0,16 persen, Malang sebesar 0,06 persen, Banyuwangi dan Jember sebesar 0,01 persen.

Baca Juga  BPS Jatim Beberkan Terpukulnya Sektor Pariwisata Sejak Awal Tahun

“Kelompok komoditas penyumbang deflasi di masing-masing kota IHK Jatim diantaranya bawang merah dan bawang putih, kemudian komoditas daging ayam ras yang hampir terjadi di seluruh kota Jatim kecuali Sumenep,” ujarnya.

Apabila dilakukan pengamatan terhadap sepuluh komoditas yang menjadi penyumbang utama terjadinya deflasi di masing-masing kota IHK di Jawa Timur, maka dapat digambarkan sebagai berikut:

a. Komoditas bawang merah dan bawang putih menjadi penyumbang utama terjadinya deflasi di semua kota IHK di Jawa Timur.

b. Komoditas daging ayam ras menjadi penyumbang utama terjadinya deflasi di hampir seluruh kota di Jawa Timur kecuali di Sumenep

c. Komoditas gula pasir menjadi penyumbang utama terjadinya deflasi di hampir seluruh kota di Jawa Timur kecuali di Malang.

Sedangkan apabila dilakukan pengamatan terhadap sepuluh komoditas yang menjadi penghambat utama terjadinya deflasi di masing-masing kota IHK Jawa Timur, maka dapat jelaskan sebagai berikut:

a. Komoditas emas perhiasan dan telur ayam ras menjadi penghambat utama terjadinya deflasi di semua kota IHK di Jawa Timur.

Baca Juga  BPS Jatim Beberkan Terpukulnya Sektor Pariwisata Sejak Awal Tahun

b. Komoditas cabai rawit menjadi penghambat utama terjadinya deflasi di hampir seluruh kota di Jawa Timur kecuali di Jember dan Surabaya. (dwd/an)

News Feed