oleh

Jadi Polemik, DPRD Sidak Penerbitan IMB Swalayan Vionata

Banyuwangi, (afederasi.com) – Komisi I DPRD Banyuwangi, Minggu depan berencana sidak Swalayan Vionata Genteng, di Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, terkait proses penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Kamis (10/9/2020).

Sidak dilakukan menyusul adanya polemik dalam penerbitan IMB swalayan yang berdiri diatas tanah bekas Kantor Kawedanan Genteng. Sebuah kantor bersejarah peninggalan era penjajahan kolonial Belanda.

“Surat sudah turun, tinggal pelaksanaan,” tegas Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Irianto.

Sebelumnya, Komisi I DPRD Banyuwangi, pada Senin, 24/8/2020, juga telah menggelar hearing guna mengurai permasalahan. Dengan menghadirkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Binamarga Cipta Karya Perumahan dan Permukiman, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perhubungan (Dishub) serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Jajaran MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Banyuwangi, selaku pemohon hearing serta perwakilan masyarakat berbatasan langsung dengan Swalayan Vionata Genteng.

Kala itu terungkap bahwa sejumlah nama warga yang bertanda tangan dalam proses pengurusan IMB diduga dipalsukan. Alias nama-nama yang tertera dan bertanda tangan bukan murni masyarakat yang berbatasan langsung. Malah ada yang disinyalir sebagai warga yang berdomisili di Rogojampi.

Baca Juga  Bangun Kampung Tangguh Cegah Penyebaran Covid-19

“Untuk itu, jauh-jauh hari sudah kita tegaskan, bahwa dalam sidak nanti kami minta instansi terkait untuk membawa berkas-berkas yang berkaitan,” cetus politisi PDI Perjuangan ini.

Hal tersebut, masih Irianto, dianggap sangat penting. Menyusul banyaknya kejanggalan yang ditemukan dewan dalam hearing. Salah satu misal, IMB awal Swalayan Vionata Genteng yang bisa terbit sebelum dikeluarkannya Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).

Rencana hearing Komisi I DPRD Banyuwangi, ini disambut suka cita oleh masyarakat yang rumahnya berdiri tepat berbatasan langsung dengan Swalayan Vionata Genteng. Khususnya dilingkungan RT 9 RW 5, Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

Mereka bagai mendapat angin segar. Lantaran selama ini mereka merasa tidak pernah diajak musyawarah atau pun dimintai persetujuan dalam proses pengurusan IMB Swalayan Vionata Genteng. Meskipun selama proses pembangunan, para wong cilik disitu selalu menikmati kebisingan, getaran hingga debu.

“Masyarakat sangat menunggu pelaksanaan sidak Komisi I DPRD Banyuwangi ini. Mereka hanya ingin mendapat keadilan dan penegakan supremasi hukum,” ucap Rudi Hartono, warga yang berbatasan langsung dengan Swalayan Vionata Genteng.

Baca Juga  Update : Pasien Positif Covid-19 di Kota Marmer Bertambah Satu, Dari Klaster Tenaga Medis

Dikonfirmasi terpisah, Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, Zamroni berharap ada langkah kongkrit dari wakil rakyat jika dalam sidak benar-benar ditemukan pelanggaran prosedur maupun aturan. Bukan hanya dengan tindak lanjut pencabutan IMB saja. Tapi harus diteruskan dalam proses hukum.

“Seperti amanat Bapak Presiden Jokowi, dewan dan pejabat terkait harus mengarahkan ke jalur hukum. Apalagi jika ada masyarakat kecil yang terdzolimi,” pungkasnya.(ron/am)

News Feed