oleh

Ini Alasan Pelajar SMP Nekat Curi Lombok

Barang bukti berupa Lombok seberat sekitar 2 kilogram yang diamankan anggota Polsek Ngantru

Tulungagung, (Afederasi.com) – RF (13) dan DM (14) warga Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang juga masih berstatus pelajar kelas VIII SMP, kini harus berurusan dengan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Ngantru.

Pasalnya, keduanya tertangkap tangan ketika melakukan pencurian cabai di lahan milik Samsul Rohmad (46) warga Desa Pakel, Kecamatan Ngantru pada Jumat (20/09/2019) siang.

Kapolsek Ngantru AKP Pudji Widodo melalui Kasi Humas Aipda Priyo Santoso mengatakan, kasus pencurian cabai tersebut pertama kali diketahui oleh korban. Seusai pulang menunaikan sholat Jumat, korban mampir ke sawahnya yang tak jauh dari masjid.

“Sesampainya di lokasi, korban melihat dua anak tersebut sedang memetik cabai di sawahnya,” katanya.

Merasa dirugikan lanjut Priyo, akhirnya korban menegur kedua pelaku tersebut. Mendengar teriakan korban, akhirnya kedua pelaku melarikan diri. Bahkan sepeda motor Honda Vario yang dibawanya ditinggalkan di lokasi.

“Korban sempat mengejar kedua pelaku hingga akhirnya bisa menangkapnya,” terangnya.

Baca Juga  Nekat Bawa Kabur Motor Juragan, Pria ini Harus Meringkuk di Penjara

Selanjutnya kedua pelaku diserahkan ke Polsek Ngantru beserta barang bukti berupa dua kilogram cabai yang sudah di petik dan dimasukkan ke dalam dua tas kresek warna hitam.

Kepada petugas, kedua pelaku mengaku sudah lebih sekali mencuri cabe milik korban. Cabai hasil curiannya tersebut dijual ke salah satu pengepul cabai di Kecamatan Wonodadi seharga antara Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu.

“Pengakuannya, uang hasil penjualan digunakan untuk membeli jajan,” ungkapnya.

Adapun modus yang digunakan, kedua pelaku selalu menunggu waktu yang tepat saat beraksi. Seperti saat malam hari dan saat semua orang melaksanakan sholat Jumat.

Priyo melanjutkan, karena kedua pelaku masih dibawah umur pihak kepolisian tidak melakukan penahanan. Namun proses hukum tetap berjalan dan kasus diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

“Kami pertemukan antara korban dan pelaku, perangkat desa serta orang tua kedua pelaku juga,” terangnya.

Priyo menambahkan, kedepan pihaknya berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Ia juga berharap orang tua selalu waspada terhadap anak-anaknya yang telah menginjak dewasa.

Baca Juga  Ini Alasan Pria Nekat Curi Enam Ekor Ayam

“Ini untuk pembelajaran kita semua, jangan sampai kejadian ini terulang lagi,” pungkasnya. (ra/an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed