Senin, 25 Juli 2022, 14:57 WIB

Indah Kargo Tulungagung Alami Kerugian Rp 7 juta Perhari, Dampak Penutupan Kantor KUD Dewi Sri.

Tulungagung, (afederasi.com) – Perebutan kepemilikan tanah antara KUD Dewi Sri dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Beji, Kecamatan Boyolangu, ternyata berdampak pada operasional Perusahaan Indah Kargo Tulungagung yang mengalami kerugian Rp 7 juta per hari.

Hal ini dikarenakan perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman logistik itu beroperasi di atas tanah sengketa antara KUD Dewi Sri dan Pemdes Beji.

Manager Operasional Logistik, Indah Kargo, Pradipta menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui terkait polemik antara KUD Dewi Sri dengan Pemdes Beji tentang kepemilikan tanah yang sebelumnya. Dan pihaknya telah membayar uang sewa kepada KUD Dewi Sri untuk operasional perusahaanya.

“Dulu menyewa bangunan ini kepada KUD Dewi Sri selama 3 tahun dan sudah lunas, dan kali ini pihaknya sudah beroperasi 2 tahun, “jelas Pradipta, Senin (25/7/2022).

Pradipta melanjutkan,  pihaknya sudah menanyakan polemik yang terjadi pada KUD Dewi Sri, namun dari pihak KUD hanya mengatakan akan segera menyelesaikan permalahan tersebut, dan dari KUD sendiri menyuruh pihaknya untuk tetap beroperasi. Namun nyatanya tepat di depan Kantor Indah Kargo ditutup oleh warga menggunakan anyaman bambu yang membuat akses ekspedisi menjadi terhalangi.

“Saya sangat kecewa dengan penutupan kali ini, karena pihak Indah Kargo tidak tau apa-apa soal polemik yang terjadi dan terkena imbasnya, ” Katanya.

Pradipta melanjutkan, imbas dari  penutupan tersebut membuat operasional Indah Kargo di Tulungagung terganggu, lantaran tiga dari empat kendaraan operasional tidak bisa keluar, karena terhalang oleh bambu yang dipasang sepanjang kawasan yang menjadi polemik.

“Ini hanya ada satu kendaraan saja yang bisa kami gunakan untuk operasional, dan apabila di kalkulasikan kerugian sekitar Rp 7 juta setiap harinya, apalagi masih banyak barang yang harus dikirim kepada pelanggan,” ungkapnya.

Masih menurut Pradipta, lantaran kantor Indah Kargo juga terkena imbasnya, pihaknya akan kembali melakukan koordinasi dengan KUD Dewi Sri, hal tersebut juga berkaitan dengan uang sewa yang diberikan kepada Dewi juga sudah lunas, dan bahkan jika masalah ini berkepanjangan, pihaknya akan melaporkan masalah ini ke pihak kepolisan.

“Kalau tidak segera ada solusi kami akan laporkan masalah ini kepada polisi,” pungkasnya.(riz/dn)