Jumat, 19 November 2021, 16:07 WIB

Hujan Lebat, Empat Desa di Kecamatan Pagerwojo Terdampak Longsor

Tulungagung, (afederasi.com) – Akibat diguyur hujan deras pada Kamis (18/11/2021), empat desa di Kecamatan Pagerwojo mengalami bencana tanah longsor.

Camat Pagerwojo Hedik Iswanto, menjelaskan dari 11 Desa di Kecamatan Pagerwojo, empat desa terdampak longsor usai diguyur hujan lebat pada, Kamis (18/11/2021) sore.

Adapun material longsor menimpa rumah, kandang sapi dan bahkan menutup akses jalan yang menghubungkan dua desa.

“Jadi empat desa tersebut adalah, Desa samar, Desa  Mulyosari, Desa Segawe, dan Desa Wonorejo,” jelas Iswanto, Jumat (19/11/2021).

Iswanto melanjutkan, untuk empat desa tersebut untuk Desa samar ada tiga titik, diantaranya rumah Kayun yang mengalami dinding rumah jebol, rumah dan kandang sapi milik Damis, dan rumah Suratno.  “Ketiganya menjadi korban tanah longsort,” jelasnya.

Kemudian untuk Desa Mulyosari, menimpa rumah Katmiran hingga dindingnya jebol akibat longsor.

Untuk Desa Segawe, longsor menimpa rumah Parji, dan Siswanto serta ada juga akses jalan yang menghubungkan dua kecamatan tertutup tanah longsor dengan panjang 8 meter dan lebar 1,5 meter, yang mengakibatkan jalan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dan hanya bisa dilalui roda dua.0

Baca Juga  Hari ke-3 Pencarian Korban Tanah Longsor, Terjunkan Ratusan Personil dan 6 Anjing Pelacak

“Tanah longsor tersebut juga menutupi jalan Desa Kedoyo Kecamatan Sendang dengan Desa Segawe Kecamatan Pagerwojo,” paparnya.

Camat Pagerwojo melanjutkan, sementara itu untuk Desa Wonorejo, lokasi longsor berada di akses jalan menuju wisata Ranu Gumbolo, dengan ketinggian material longsor sekitar 1 meter dan panjang 50 meter.

“Tadi (19/11/2021) akses menuju Wisata Ranu Gumbolo juga sudah dilakukan pembersihan dengan mengerahkan alat berat dan diperkirakan waktu yang dibutuhkan sekitar 2-3 hari kedepan bisa dilalui pengendara lagi,” ujarnya.

Sementara itu, untuk beberapa rumah yang terdampak longsor juga sudah dilakukan pembersihan dengan dilakukan kerjasama lintas sektoral, dan diakhiri dengan pemberian bantuan.

Iswanto menambahkan, memang seluruh wilayah Desa Pagerwojo ada potensi longsor, dan ini bukan pertama kalinya, namun desa yang terdampak longsor juga silih berganti.

Untuk kerugian pihaknya masih belum mengetahui, namun bisa ditaksir mencapai ratusan juta.

“Apabila dilihat dari yang terdampak longsor, baik kecil maupun besar, kerugian mencapai ratusan juta,” pungkasnya. (riz/dn)

News Feed