oleh

Gaguk Divonis 6 Bulan, JPU Resmi Ajukan Banding

Tulungagung, (afederasi.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tulungagung resmi menyatakan banding atas putusan Hakim terhadap terdakwa Agus Purnomo alias Gaguk.

JPU tidak terima vonis terdakwa selama 6 bulan karena tidak sesuai dengan tuntutannya 2 tahun 6 bulan.

“Setelah berkoordinasi dengan pimpinan, akhirnya kami menyatakan banding,” tegas Kasi Intel Kejari Tulungagung Tri Agung Radityo kepada afederasi.com, Jum’at (18/9/2020).

Agung mengatakan, pihaknya juga sudah menerima akta memori banding dari Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung. Pihaknya tinggal memasukan memori banding secepatnya.

Agung mengungkapkan, pertimbangan mengajukan banding ini karena vonis yang diberikan Majelis Hakim jauh dari tuntutan JPU. Yakni hanya 6 bulan dari tuntutan 2 tahun 6 bulan.

“Bahkan vonis tersebut tidak ada setengah dari tuntutan JPU, makanya kami memilih banding,” ucapnya.

Terlebih lanjut Agung, akibat perbuatan terdakwa ini mengakibatkan korban meninggal dunia. Meskipun, terdakwa tidak ada niatan melakukannya.

“Kecuali kalau korbannya hanya luka-luka, la ini korbannya meninggal dunia,” tukasnya.

Sementara itu, Penasehat Hukum Agus Purnomo alias Gaguk, Heri Widodo tidak terlalu terkejut dengan langkah yang diambil JPU. Menurutnya, sudah wajar ketika vonis hakim dibawah setengah dari tuntutan, maka JPU akan mengajukan banding.

Baca Juga  Komisi II DPRD Minta OPD Cermati Edaran Kemendagri

Namun demikian lanjut Heri, sampai saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan dari pengadilan negeri jika JPU melayangkan banding.

“Kalau memang benar banding, nanti kami pasti akan menerima surat pemberitahuan dari PN,” terangnya.

Disinggung langkah apa yang bakal ditempuh terdakwa untuk menghadapi banding dari JPU, Heri mengatakan masih akan mengkonsultasikan dengan terdakwa. Yang jelas, meski terdakwa menerima putusan dari PN, otomatis kliennya akan tetap mengikuti proses hukum karena dari pihak JPU mengajukan banding.

Sebelumnya, Agus Purnomo alias Gaguk divonis 6 bulan atas kasus kelalaiannya hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Terdakwa, dinyatakan terbukti melanggar Pasal 359 KUHP. (yp)

News Feed