oleh

Edarkan Ciu, Lulusan SD Ini Berurusan Dengan Polisi

Sejumlah barang bukti miras yang diamankan dari tangan MF (ist)

Tulungagung, (Afederasi.com) – MF (23) warga Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan penegak hukum. Pasalnya, pemuda lulusan Sekolah Dasar (SD) tersebut diduga mengedarkan minuman keras (miras) jenis Ciu. Ia ditangkap di rumah kosnya masuk Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung pada Senin (12/11/2019) sore.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 24 botol ukuran 1,5 liter bekas Aqua berisi minuman beralkohol jenis Ciu berkonang warna putih, 1 botol ukuran 1,5 liter bekas Aqua berisi Ciu berkonang warna merah, dan sebuah ponsel merk Samsung.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Ipda Anwari mengatakan, tersangka berhasil tertangkap berkat aduan masyarakat yang menginformasikan adanya pengedar miras di daerah Kelurahan Karangwaru. Berbekal informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan.

“Sekitar seminggu anggota kami melakukan peninjauan di sekitar lokasi,” katanya.

Anwari melanjutkan, kerja keras petugas akhirnya berbuah. Pada Senin sore pihaknya mendapat informasi jika target akan melakukan transaksi. Setelah ditunggu ternyata benar, saat tersangka melayani pembeli petugas langsung menangkapnya.

Baca Juga  Ibu Kos Diketemukan Tewas Dibekap di Dalam Kamar

“Ia tidak bisa mengelak, karena dikamar kosnya juga ditemukan puluhan botol Ciu ukuran 1,5 liter,” terangnya.

Saat itu juga, tersangka langsung digelandang ke Mapolres. Kepada petugas, tersangka mengaku baru lima bulan menjalankan bisnis haram tersebut. Dimana, Ciu dibeli dari seseorang warga Solo seharga Rp 30 ribu tiap 1,5 liter atau satu botol bekas Aqua. Selanjutnya, Ciu dijual seharga Rp 50 ribu kepada teman-teman yang sudah dikenalnya.

“Jadi ia hanya melayani teman-temannya saja atau orang yang sudah dikenal,” imbuhnya.

Dalam sepekan lanjut Anwari, minimal tersangka bisa menjual 10 botol. Selama lima bulan ini ia mengaku sudah tiga kali membeli langsung ke Solo.

Anwari menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga masih mengembangkan kasus tersebut apakah ada keterkaitan dengan peredaran miras di Tulungagung.
Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf g dan I UURI No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen sub pasal 142 jo pasal 91 ayat (1) UURI No 18 tahun 2012 tentang pangan sub pasal 106 jo pasal 24 ayat (1) UURI No 7 tahun 2014 tentang perdagangan sub pasal  36 jo pasal 15 ayat (1) Perda Kabupaten Tulungagung Nomor 4 tahun 2011 tentang pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol.

Baca Juga  Hari ke Enam di Awal Tahun 2020, Polisi Sudah Bekuk 10 Pelaku Kriminal

“Ancamannya 4 tahun penjara,” pungkasnya. (ra/an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed