Selasa, 2 Agustus 2022, 19:40 WIB

DPC Projo Banyuwangi Ungkap Ada Dugaan Pungli Program TORA

Banyuwangi, (afederasi.com) – Ketua DPC Projo Banyuwangi, Rudi Hartono Latif melontarkan pertanyaan mengejutkan, program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) di Kabupaten Banyuwangi dijadikan obyek para pemburu rente, Selasa (2/8/2022).

Rudi sapaan akrab Ketua DPC Projo Banyuwangi mengatakan program TORA yang digaungkan pemerintah sebagai salah satu prioritas Presiden Jokowi dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kami menduga dalam program TORA, di Kabupaten Banyuwangi banyak terdapat dugaan Pungli,” kata Rudi, di salah satu cafe Kecamatan Genteng, Banyuwangi.

Rudi menjelaskan, dugaan Pungli program TORA jika diakumulasi nominal pungutannya cukup fantastis. Itupun dilakukan secara terang-terangan dan itu diduga dilakukan atas arahan salah satu lembaga dengan mencatut telah mendapatkan tugas khusus langsung dari kementerian, bahkan kantor kepresidenan, melibatkan oknum Pemerintah Desa dan juga Camat.

“Kabar dugaan Pungli program TORA di Banyuwangi bukan rahasia lagi. Kabar itu sudah sangat santer, namun Saber Pungli, GTRA, dan aparat belum ada tanda tanda bergerak,” ungkapnya.

Persoalan ini, lanjut Rudi, masyarakat hendak menyuarakan protes, namun takut program redistribusi lahan yang digaungkan pemerintah sebagai salah satu prioritas Presiden Jokowi, digagalkan karena terjadi konflik atau warga tidak kooperatif.

“Psikologi massa ini yang kemudian dimanfaatkan para oknum, untuk melakukan pungutan dengan alasan melakukan kegiatan yg semestinya itu tugas kewenangannya GTRA dan pembiayaannya ditanggung pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah,” tuturnya.

Rudi mengajak kepada Lembaga Sosial Masyarakat, Partai Politik, Anggota Dewan, Akademisi, Tokoh Agama, dan seluruh masyarakat Banyuwangi ikut memantau dan menyuarakan soal dugaan Pungli Program TORA.

Ribuan warga masyarakat Banyuwangi yang sudah berpuluh – puluh tahun bertempat tinggal di kawasan hutan dan kini diberi hak untuk memilikinya dengan mekanisme TORA (Tanah Obyek Reforma Agraria), justru lagi-lagi menjadi obyek para pemburu rente. Sedangkan Keberlangsungan programnya pun menjadi tidak jelas.

“Jangan sampai sudah terjadi gejolak pada masyarakat, baru akan proaktif,” pungkasnya.(ron/dn)