oleh

Diniliai Bertindak Arogan, Warga Surabaya Laporkan Satpol PP Ke Polisi

Haji Ichwan melaporkan Satpol PP ke SPKT Polres Pelabuhan Tanjung Perak

Surabaya, (Afederasi.com) – Seorang warga Surbaya melaporkan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (07/11/2019). Karena dinilai bertindak secara arogan ketika melakukan pembongkaran paksa tembok pembatas lahan miliknya Haji Ichwan pada Sabtu (31/08/2019) lalu.

Awal mula kejadianya menurut Haji Ikhwan, dirinya memiliki tanah di Jalan Tambak Wedi. Tanah tersebut dulunya berbentuk jalan setapak. Lambat laun seiring semakin banyaknya pemukiman warga jalan tersebut dilebarkan, dan dilebarkan oleh pemkot.

Pada Rabu (28/08/2019) dengan lantaran memiliki bukti kepimilikan atas tanah jalan tersebut. Jalan yang memiliki lebar 6 meter dan panjang 90 meter ditembok oleh Haji Ichwan. Akibatnya, warga yang sudah tahunan melewati jalan tersebut tidak bisa melewatinya lagi.

Mendapatkan laporan dari warga sekitar, Satpol PP kota Surabaya mendatangi lokasi untuk melakukan mediasi. Setelah, mediasi tidak menemukan jalan penyelesaian, akhirnya Satpol PP melakukan pembongkaran yang disaksikan oleh warga.

Baca Juga  Begini Cara Gubenur NTB Menciptakan Lingkungan Kerja Kondusif

Karena tidak terima tembok tersebut dibongkar paksa Satpol PP, pihaknya (Ichwan) melaporkan anggota jajaran pemkot tersebut yang saat itu dipimpin oleh Kepala Satpol PP, Irvan Widiyanto kepada pihak kepolisian.

Pengacara Ichwan, M. Sholeh menjelaskan mengenai pelaporan itu, pihaknya meminta mengusut Satpol PP karena diniliai sudah sewenang-wenang membongkar tembok dilahan tanahnya itu.

“Supaya polisi mengusut. Tidak boleh Satpol PP menegakkan hukum tapi melanggar hukum,” kata Sholeh.

Setelah melaporkan jajaran dari anggota Satpol PP, rencananya Ikhwan akan membuat pengumuman menggunakan banner di sepanjang Jalan Tambak Wedi tersebut. Selain itu, ia juga berencana melakukan penutupan jalan kembali dengan menggunakan cara yang sama.

“Jadi rencananya jalan ditutup, pada 1 Desember mendatang akan saya tutup total kembali. Klien kami melaporkan terlebih dahulu Satpol PP dan kawan-kawannya,” tuturnya.

Tidak berhenti disitu, upaya ingin mengembalikan lahan 540 meter persegi yang digunakan jalan umum ini, ia sudah mengajukan audiensi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ke komisi A DPRD Surabaya.

“Biar ada jalan keluarnya, kami minta ke komisi A untuk didudukan bersama pemkot. Sebelumnya juga sudah (kliennya-Red) didudukkan bersama pemkot dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). BPN pun membenarkan kalau itu tanah milik sodara Ikhwan berdasarkan sertifikat yang ada,” papar dia.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Buka Data Alamat Pasien Covid-19, Ini Alasanya

Sementara itu ketika dikonfirmasi mengenai pelaporan Ikhwan terhadap Satpol PP. Kepala Satpol PP Pemkot Surabaya, Irvan Widiyanto mengatakan pihaknya tidak keberatan jika memang dirinya serta jajaran dari Satpol PP Kota Surabaya di laporkan ke polisi.

“Ya tidak apa dilaporkan, itu hak dia. Dilaporkannya ya ditanggapi dan kita hadapi bersama. Tidak ada masalah, biar saja,” kata Irvan saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Saat ditanya mengenai upaya hukum dari Pemkot dan Sat Pol PP, Irvan pun menegaskan nantinya secara otomatis akan ditangani oleh Bidang Hukum Pemkot Surabaya.

“Itu nanti otomatis toh, nanti pastinya ditangani oleh bagian hukum. TIdak masalah,” pungkasnya. (al/an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed