oleh

Diduga Aniaya Pelajar Kelas III SD, Perempuan Ini Dipolisikan

Ilustrasi penganiayaan terhadap anak

Tulungagung, (afederasi.com) – BT (40) warga Desa Banyuurip, Kecamatan Kalidawir harus berurusan dengan polisi, seusai dilaporkannya dirinya atas dugaan penganiayaan terhadap DE (8) pelajar kelas III SD di salah satu Kecamatan Kalidawir. Dan kini kasus tersebut tengah didalami Unit Reskrim Polsek setempat.

“Aduan tersebut kami terima pada Rabu (20/11/2019) sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Kapolsek Kalidawir AKP Sugiharjo melalui Kanit Reskrim Aiptu Rahmang Budianto kepada afederasi.com, Kamis (21/11/2019) pagi.

Rahmang mengatakan, menurut keterangan DE, penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat (15/11/2019) pagi. Saat itu, DE bersama temannya CA tengah duduk dibangku kelas selagi menunggu jam masuk sekolah.

“Saat itu guru kelas juga belum ada, sekitar pukul 06.45 WIB,” katanya.

Beberapa saat kemudian lanjut Rahmang, tiba-tiba BT datang mendekati DE. Tanpa bertanya dan alasan yang jelas, BT langsung memegang ibu jari tangan kiri korban ditekuk ke belakang. BT juga menampar pipi kanan dan kiri korban masing-masing sekali. Terakhir, BT mencubit lengan atas korban sebelah kiri sehingga DE menangis.

Baca Juga  Empat Pasang Muda Mudi dan Satu Pasangan Sejenis Dijaring Polisi, Ini Penyebabnya

“Setelah itu BT meninggalkan lokasi,” imbuhnya.

Rahmang melanjutkan, kendati kejadian pada hari Jum’at, namun korban dengan ditemani neneknya baru melapor empat hari setelahnya. Sebab, awalnya DE tidak menceritakan kejadian tersebut. Tetapi ibu DE yang berada di Taiwan mengetahuinya sehingga meminta neneknya untuk melapor.

“Kami juga sudah meminta keterangan korban dan memvisumnya, hasilnya memang ada luka memar pada lengan kirinya,” terangnya.

Masih menurut Rahmang, saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Dalam waktu dekat pihaknya juga bakal memanggil saksi-saksi yang lain, termasuk terlapor dan pihak dari sekolah.

“Proses hukum masih berlanjut,” tegasnya.

Disinggung terkait pasal apa yang akan dijeratkan kepada pelaku, Rahmang masih enggan mengatakannya. Sebab, kasus tersebut masih perlu pendalaman. Namun jika korbannya adalah anak-anak, bisa saja pelaku dijerat dengan pasal 80 ayat 1 UURO No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Ditunggu saja progresnya,” tambahnya. (ra/an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed