Jumat, 19 November 2021, 19:30 WIB

Bupati Kediri Bakal Copot Jabatan Perangkat Desa yang ‘Bermain’

Kediri, (afederasi.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana akan menindak dengan tegas oknum perangkat desa yang bermain saat pengisian perangkat desa dilakukan. Pihaknya tak segan akan mencopot jabatan oknum tersebut jika terbukti bersalah.

“Saya sampaikan pengisian perangkat desa harus dilakukan secara transparan dan tidak ada kecurangan,” ucap Bupati Kediri saat acara Jumat Ngopi yang digelar di Pendopo Panjalu Jayati, Jumat (19/11/2021) siang.

Nantinya, jika ketahuan yang bersangkutan akan langsung diperiksa oleh inspektorat dan diberikan sanksi tegas. Dalam hal ini, Mas Dhito menyebutkan oknum tersebut akan langsung diskualifikasi.

“Kami dari Pemkab Kediri tetap punya fungsi pengawasan dan monitor dan evaluasi di setiap desa, jadi awas saja kalau ada yang bermain,” ungkapnya.

Untuk itu, Dhito berharap kepada masyarakat Kabupaten Kediri jika menemukan sesuatu kecurigaan seperti adanya jumlah uang maupun bentuk apapun selama pengisian perangkat desa, maka segera melaporkan langsung kepada bupati maupun inspektorat.

“Mohon kalau bisa dilaporkan kepada saya bisa lewat surat, whatshap, maupun aplikasi hallo mas bup, akan segera kami respon,” tegasnya.

Baca Juga  Kantor Baru, Kinerja Harus Ditingkatkan

Sebelumnya pada bulan November ini beberapa desa di Kabupaten Kediri telah menyelenggarakan pengisian jabatan perangkat desa. Seperti kepala dusun, kepala TU (tata usaha) Desa dan Kesra (kesejahteraan rakyat).

Dari data DPMPD Kabupaten Kediri, sedikitnya ada 135 desa di 24 kecamatan yang menyelenggarakan pengisian tersebut. Total ada 275 kursi perangkat yang kosong. Jumlah tersebut bisa saja bertambah sesuai dengan kondisi terbaru tiap desa di Kabupaten Kediri. Sedangkan desa paling banyak yang mengadakan pengisian perangkat berada di Kecamatan Gurah dan Kecamatan Purwoasri. (sya/dn)

News Feed