oleh

Berdalih Tambah Stamina, Pedagang Roti Ini Konsumsi Pil Dobel L

Tulungagung, (afederasi.com) – Berdalih untuk menambah stamina, FK (29) warga Desa Sambidoplang Kecamatan Sumbergempol nekat mengkonsumsi pil dobel L. Akibatnya, pria yang kesehariannya sebagai pedagang roti ini harus berurusan dengan polisi.

Dia ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Kalidawir pada Kamis (14/5/2020) sekitar pukul 14.30 WIB di rumahnya. Dua jam berselang, giliran EG (19) warga Desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan sebagai pemasok barang haram kepada FK berhasil dibekuk polisi.

Kapolsek Kalidawir AKP Santoso melalui Kanit Reskrim Ipda Bambang Kurniawan mengungkapkan, tertangkapnya FK ini berkat informasi yang diterima unitnya beberapa hari sebelumnya. Bahwasannya, di daerah Kalidawir ada peredaran pil dobel L ketika bulan Ramadan.

“Setelah ditelusuri ternyata pelakunya mengarah kepada FK yang berada di Desa Sambidoplang,” katanya.

Saat petugas mendatangi rumahnya lanjut Bambang, petugas berhasil menemukan 93 pil dobel L yang disimpan pada bekas bungkus rokok di dalam tas pinggang. Tak hanya itu, petugas juga menemukan uang tunai sebesar Rp 100 ribu dan sebuah ponsel merk Samsung J2 Prime.

Baca Juga  Puluhan Ribu KPM Baru Mulai Pembukaan Rekening

“Awalnya tersangka mengelak, namun setelah ditemukan barang bukti akhirnya ia mengakuinya,” katanya.

Kepada petugas, tersangka FK ini mengaku baru mengenal barang haam ersebut sejak dua bulan yang lalu. Alasan mengkonsumsi untuk menambah stamina agar kuat saat bekerja sebagai pedagang roti. Namun setelah didalami, ternyata FK ini tidak hanya sekedar mengkonsumsi, tetapi juga turut mengedarkan pil dobel L.

“FK ini juga baru menjual pil dobel L dari seseorang yang berinisial NN dan RT,” imbuhnya.

Masih menurut Bambang, FK in membeli barang dari EG seharga Rp 200 ribu tiap 200 butir pil. Kemudian menjualnya kepada konsumennya seharga Rp 100 ribu tiap 50 butirnya.

Tak mau larut dengan penangkapan tersebut lanjut Bambang, pihaknya langsung mengembangkan kasus tersebut. Hasilnya, pihaknya berhasil menangkap EG dengan barang bukti 99 butir pil dobel L, dan sebuah HP merk OPPO A3S.

“Jadi FK dan EG merupakan satu jaringan,” terangnya.

Bambang menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga masih berupaya untuk mengambangkan kasus tersebut.

Baca Juga  Dua Hari Tak Nampak, Pria Ini Ditemukan Tewas di Rumahnya

Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 197 jo pasal 196 jo pasal 98 ayat (1) UURI No  36 tahun 2009 tentang kesehatan.

“Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (yp).

News Feed