oleh

Bapenda : Capaian PAD Sektor Hiburan Belum Capai 100 Persen

Tulungagung, (afederasi.com) – Badan pendapatan daerah (Bapenda) Kabupaten Tulungagung menyebutkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak hiburan di Kota Marmer hingga kini mencapai 84,71 persen dari target sebesar Rp1.722 miliar. Atau setara dengan Rp1.458.666.058 miliar.

“Pendapatan pajak hiburan hingga 18 November mencapai Rp1.458.666.058 miliar atau sekitar 84,71 persen dari target, atau kurang Rp263 juta” ungkap Kepala Badan pendapatan daerah (Bapenda) Kabupaten Tulungagung, Endah Inawati melalui Kepala Sub Bidang (Kasubid) pembukuan dan penerimaan, Bowo Wicaksono, Jum’at (20/11/2020).

Bowo menuturkan, sebelumnya target serapan PAD dari sektor pajak hiburan senilai Rp2,8 miliar. Namun, jumlah itu berkurang setelah adanya relaksasi capaian PAD dampak Covid-19. Sehingga target di tahun 2020 turun menjadi Rp1,7 miliar.

Lebih lanjut Bowo mengungkapkan  jika berkaca pada target serapan PAD di tahun 2019 di sektor hiburan sebesar Rp2.816.600 miliar, pihaknya dapat menyerap sekitar 108,22 persen atau sebesar Rp3.048.022.517 miliar. Artinya, pada 2019 lalu serapan sudah melampaui dari target. Hal ini dapat terulang di tahun 2020 ini.

Baca Juga  Imbas Covid-19, Pemkab Bebaskan Pajak Hotel dan Restoran

“Dengan sisa waktu satu bulan kedepan, kami optimis target serapan PAD 2020 dari sektor hiburan dapat tercapai. Pasalnya, menjelang akhir tahun banyak masyarakat yang berlibur ke tempat pariwisata dan tempat hiburan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun afederasi.com, PAD 2020 berasal dari sepuluh sektor pajak. Yakni, pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak parkir, pajak air tanah, pajak bumi dan bangunan (PBB), bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTP).

“Ada tujuh sektor yang sudah memenuhi target. Artinya, ada dua sektor selain pajak hiburan yang belum memenuhi,” jelasnya.

Kedua sektor itu adalah pajak penerangan jalan, dan pajak mineral bukan logam dan batuan.  Sedangkan target anggaran PAD (setelah relaksasi) pada Oktober lalu di Kabupaten Tulungagung sebesar Rp81.954.600 miliar. Per (19/11/2020) kemarin telah tercapai 99,7 persen atau sebesar Rp81.705.913.615 miliar.

“Artinya kurang 0,3 persen lagi sudah memenuhi target yang di anggarkan. Kami menargetkan capaian PAD akan mencapai 100 persen hingga 31 Desember mendatang,” pungkasnya. (er/dn)

Baca Juga  Bapenda Tulungagung Optimis Penuhi Target PBB-P2 2020

News Feed