oleh

Bandar Narkoba Jaringan Aceh, Ditembak Mati

Jenazah tersangka disimpan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim

Surabaya, (Afederasi.com) – Tindakan tegas terukur dilakukan oleh anggota tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur. Melalui Tim kecil yang dikomandani AKBP Wisnu Chandra penyidik madya itu menembak mati Jufri Ahmad (38) seorang bandar narkoba jaringan Aceh di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Senin (23/09/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

Tersangka Jufri Ahmad merupakan warga Bireun, Aceh. Dia merupakan pengendali atau jaringan peredaraan narkoba yang dikirim dari Aceh ke seluruh Jatim melalui jalur udara.

AKBP Wisnu Candra, Penyidik Madya BNNP Jatim yang memimpin penyergapan tersebut mengatakan, sebelum melakukan penangkapan dan tindakan tegas terukur terhadap tersangka Jufri Ahmad, pihaknya terlebih dahulu mengamankan Rizal, yang berperan sebagai pelaksana di lapangan.

“Setelah kami melakukan pengembangan dari penangkapan Rizal, di dapat nama tersangka Jufri Ahmad, selaku pengendali peredaran narkoba jaringan Aceh ini,” terangnya.

Wisnu menambahkan, tersangka Jufri Ahmad yang terdekteksi berada di Terminal 1 Bandara Juanda. Oleh tim, terlihat dia meletakan sesuatu di pohon dekat parkiran mobil. Setelah dilakukan penangkaran, barang tersebut diketahui berisi narkoba jenis sabu.

Baca Juga  Bekuk Tiga Pemuda Spesialis Curi Sepeda, Hasil Kejahatan Digunakan Beli Ini

“Saat akan dilakukan penangkapan, benar itu sabu. Dari sini tersangka  melakukan perlawanan dan itu bisa membahayakan  jiwa anggota kami,” katanya.

Tidak mau terjadi apa-apa terhadap petugas, dengan sigap anggota memberikan tembakan peringatan. Namun hal itu tidak dihiraukan oleh Jufri Ahmad. Bukanya menyerah, ia malah maju dan melakukan perlawanan sehingga dilakukan tembakan tegas terukur ke dada kirinya sekali.

“Karena sangat membahayakan keselamatan anggota, dengan sangat terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur. Kami berusaha memberikan pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong  saat perjalanan ke rumah sakit,” ungkap Wisnu.

Saat ini petugas masih melakukan pengembangan dan mengejar bandar utamanya yang berada di Aceh. “Ini adalah jaringan Aceh dan barangnya berasal dari Malaysia. Kami masih melakukan pengembangan terhadap bandarnya,” pungkasnya.

Tidak berhenti disitu, petugas melakukan penggeledahan di kediaman tersangka. Dari penggeledahan di rumah tersangka, petugas menyita barang bukti berupa 1 kg sabu,  satu poket sabu (kemasan terpisah) seberat 30 gram dan 2 unit timbangan digital.

Guna penyidikan, jenazah tersangka bandar narkoba jaringan Aceh tersebut saat ini masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. (al/an)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed