oleh

Ambil Pesanan Pil Dobel L, Pria Ini Diciduk Polisi

Tulungagung, (afederasi.com) –  RU (32), warga Desa Jatinom Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Pucanglaban pada Jum’at (1/5/2020) malam. Pasalnya, ia diduga menjadi pengedar obat terlarang jenis pil dobel L dan dextro. Tersangka diciduk sesaat mengambil pesanannya di depan SDN VIII Ngunut.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 1013 butir pil dobel L, 20 butir pil dextro, sebuah HP merx Xiomi, dan 28 klip plastik kecil.

“Saat ini tersangka beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolsek,” tegas Kapolsek Pucanglaban Iptu Triyanto melalui Kanit Reskrim Ipda Sutrisno Minggu (3/5/2020).

Sutrisno mengatakan, tersangka berhasil dibekuk anggotanya berkat informasi yang diterima sebelumnya. Bahwasannya, di daerah Pucanglaban ada peredaran pil dobel L.

“Setelah ditelusuri ternyata informasinya mengembang,” katanya.

Selanjutnya pada Jum’at malam lanjut Sutrisno, ada informasi akan ada pengiriman barang di daerah Ngunut. Tak mau kehilangan momentum, petugas yang berpakaian preman langsung melakukan penyelidikan di sekitar lokasi.

Hasilnya, sekitar pukul 21.00 WIB ada seorang pria yang mencurigakan di depan SDN VIII Ngunut. Setelah dipantau, ternyata ia sedang mengambil sesuatu.

Baca Juga  Imbas Corona, Penjualan Sepeda Motor Bekas Lesu

“Saat diamankan tersangka tidak bisa mengelak, sebab barang bukti ada padanya,” terangnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang berinisial P warga Kecamatan Ngunut. Rencananya, pil dobel L tersebut akan dikemas ulang sesuai pesanan.

“Harganya bervariasi, tiap 50 butir biasanya Rp 70 ribu, atau 100 butir Rp 150 ribu,” jelasnya.

Sutrisno melanjutkan, adapun uang hasil penjualannya digunakan untuk menambah penghasilan sebagai buruh serabutan.

Sutrisno menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga tengah berupaya untuk mengembangkan kasus tersebut.

“Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 197 sub pasal  196 UURI No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (yp).

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed