oleh

Aliansi Pekerja Seni kembali Geruduk Balai Kota, Tuntut Pencabutan Perwali No 33 Tahun 2020

Surabaya, (afederasi.com) – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Seni Surabaya (APSS) kembali mendatangi Gedung Balai Kota Surabaya, pada Rabu (12/8/2020) untuk menuntut pencabutan Perwali no 28 serta 33 tahun 2020 Surabaya.

Permintaan pencabutan perwali ini, karena dianggap membatasi gerakan dan kreatifitas para pekerja seni yang ada di Surabaya.

Sejumlah demonstran ini awalnya berkumpul di Gedung Negara Grahadi pada pukul 09.20 WIB, kemudian melakukan aksi long marc menuju ke gedung DPRD Surabaya hingga mencapai Balai Kota Surabaya pada pukul 10.45 WIB.

Ketua APSS, Java Angkasa pada saat berorasi di atas mobil menyatakan bahwa sudah enam bulan ini para pekerja seni Surabaya tidak mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya lantaran tidak diberi izin menggelar acara kesenian.

“Kami mohon cabut Perwali no 28 dan 33 Tahun 2020 yang berakibat pada kesejahteraan kami. Para pekerja seni yang hadir disini sekarang kalau tidak Ibu Risma temui, akan bermalam disini. Kalau perlu hingga dua hari,” ungkap Java, saat berorasi di atas truck diesel, Rabu (12/8/2020).

Baca Juga  Ingkar Janji, Ruang Ketua DPRD Disegel Mahasiswa

Massa yang berjumlah ratusan orang ini terdiri dari seniman jaranan dan reog, pekerja Wedding Organizer (WO) dan beberapa perwakilan dari RHU.

Meskipun terik matahari menyengat, massa tetap berorasi dan menggelar tarian reog di depan gedung Balai Kota Surabaya.

Mereka memohon kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini agar menemui mereka secara langsung dan memberikan solusi.

“Kami mohon kepada Bu Risma, ini anak-anak yang berbakat bu. Tolong izinkan mereka bermain dan berkreatifitas dengan bebas seperti dulu. Kalau dulu, Pemerintah nanggap jaranan dan reog dengan burung dara, kali ini kami berikan dua kali secara gratis,” ujarnya.

Kendati demikian, massa juga mengancam akan tetap berada di depan Balai Kota sampai Ibu Wali Kota mau menemui mereka. Pasalnya, pada awal aksi beserta mediasi pun masih belum menemukan solusi.

“Kalau perlu kami mendirikan tenda dan menginap disini. Enak disini makan di sediakan sama Pemkot,” kata orator aksi.

Sebelumnya Kepala BPB Linmas Surabaya, Irvan Widyanto juga mengatakan bahwa Perwali ini akan dirapatkan kembali dengan jajaran Pemerintah Kota lainnya.

Baca Juga  Massa Sarbumusi Datangi Gedung Grahadi Protes PHK Sepihak

“Perwali akan kami rapatkan kembali untuk menemukan solusi. Insyaallah secepatnya supaya para pegiat seni bisa kembali berkegiatan kembali,” pungkas Irvan. (dwd/dn)

News Feed