oleh

Alami Krisis Air Bersih, Warga Lakukan Ini Untuk Dapatkan Air

Sejumlah warga Desa Winong, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ketika mencari air bersih dari sungai yang mulai mengering

Tulungagung, (Afederasi.com) – Sebanyak 126 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Dusun Mongkrong, Desa Winong, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung dengan terpaksa memanfaatkan air sungai yang mulai mengering untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Hal ini dikarenakan sumber air yang sudah mengering, di musim kemarau yang berkepanjangan melanda wilayah tersebut. Sementara itu untuk memenuhi kebutuhan air minum dan masak, warga harus merogoh kocek untuk membeli air bersih.

Puguh Santoso salah satu warga Dusun Mongkrong, Desa Winong mengungkapkan, kekeringan ini sudah terjadi sebelum lebaran bulan lalu hingga kini. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam kesehariannya, warga masyarakat harus membeli, setiap dua hari sekali.

“Dengan kapasitas jerigen 120 liter itu harganya Rp 15 ribu. Jika membeli dua jerigen itu hanya cukup untuk dua hari,” ungkapnya.

Menurut Puguh, sebelum terjadi kekeringan warga sekitar memanfaatkan air bersih yang mengalir dari pipa himpunan pengusaha air minum (HIPAM). Namun, saat ini aliran air hipam tidak dapat memasok kebutuhan air bagi warga yang bermukim diatas, sedangkan warga yang berada di bawah atau daerah rendah, masih bisa memperoleh air dari Hipam.

Baca Juga  Peduli Daerah Kekeringan, Polres Droping Air Bersih

“Tekanan air yang kurang kuat, membuat air tidak bisa ke tempat yang lebih tinggi, air tidak dapat naik. Namun, kalau warga yang berada di tempat yang rendah masih memperoleh air,” jelasnya.

Dengan adanya bantuan dari BPBD setempat membuat warga merasa sangat terbantu, karena tidak lagi merogoh kocek untuk mendapatkan air bersih yang digunakan untuk memasak.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dusun (Kasun) Mongkrong, Sugeng mengatakan kondisi (krisis air) ini sudah berlangsung kurang lebih 6 bulan terakhir. Dari enam dusun di Desa Winong, hampir semua mengalami krisis air bersih. Diantaranya Dusun Winong, Ngambal, Branjang, Mongkrong, Tumpak Joho, dan Ngledok.

“Namun, untuk Dusun Ngledok masih dibantu dengan air sumur. Jadi, secara keseluruhan memang terkena krisis air, tapi tingkat keparahannya berbeda-beda,” katanya.

Dia menjelaskan, sebelum musim kemarau tiba, warga setempat dalam memenuhi kebutuhan air sehari-harinya memanfaatkan air dari himpunan pengusaha air minum (HIPAM). Namun, karena banyak warga yang memelihara ternak, ditambah petugas HIPAM yang berhenti, membuat distribusi air mengalami gangguan atau tidak merata.

Baca Juga  Puluhan Rumah Diterjang Angin Kencang

“Dengan ini, warga harus rela berjalan kurang lebih sejauh satu kilometer, untuk mendapatkan air di sungai,” ujarnya.

Selain itu, Sugeng mengaku hampir setiap tahun wilayahnya selalu mengalami kekurangan air bersih ketika musim kemarau. Namun, musim kemarau tahun ini menjadi yang terparah. Menyikapi ini, membuat sejumlah warga dengan terpaksa memanfaatkan air dari aliran sungai yang mulai mengering. Padahal, kondisi kebersihan air tersebut juga tidak terjamin.

“Ya, mau gimana lagi, terpaksa mandi di sungai meskipun kondisinya juga tidak 100 persen bersih,” tambahnya. (an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed