oleh

Warga Laporkan Dugaan Penyimpangan Anggaran Desa Sukorejo ke Kejari Nganjuk

Nganjuk, (afederasi.com) – Perwakilan warga melaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kajari) Nganjuk atas adanya dugaan penyimpangan anggaran dana desa untuk pembangunan  infrastruktur tahun anggaran 2019 dan 2020 di Desa Sukorejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.

Tarmuji salah satu warga Desa Sukorejo yang melaporkan dugaan tersebut ke Kajari Nganjuk mengatakan, laporan ini dilakukan, karena penggunaan dana desa dirasa tidak secara akuntabel dan transparan oleh Andri Setyo Purwantoro selaku Kepala Desa Sukorejo.

Sehingga pekerjaan pada tahun 2019 seperti drainase, sumur makam, paving Mushalla, pengadaan sibel sawah, gapura perbatasan, kursi plastik, keramik balai desa, dan gedung PAUD diduga hingga kini belum terwujud.

Sedangkan untuk tahun Anggaran 2020 diantaranya, pemeliharaan jalan desa, pengadaan lampu makam, rehab balai desa, pemeliharaan pos kampung dan gapura, serta pembangunan drainase Pustu, pembangunan sumur dalam sibal, saluran irigasi, urug sertu, dan padat karya tunas desa pekerjaannya sampai sekarang juga belum selesai.

“Total pekerjaan pembangunan tersebut mencapai Rp 882 juta,” ujar Tarmuji yang didampingi Tri Maryoto yang juga ikut dalam pelaporan dugaan tersebut ke Kajari Nganjuk.

Baca Juga  Diduga Adanya Penyelewengan DD, Warga Desa Kuro Lapor ke Kejaksaan

Tri Maryoto warga Desa Sukorejo menambahkan, sebelum dirinya melakukan pelaporan dugaan tersebut, pembangunan sebagaimana yang dikatakan Tarmuji seakan hilang ditelan bumi dan dana anggaranpun menjadi mesteri.

“Tapi, sejak adanya pelaporan itu, di desa kami mulai ada pekerjaan pembangunan kembali, dan sudah berjalan kurang lebih empat hari ini,” ujar Tri Maryoto, Rabu, (7/4/2021) kemarin.

Ditempat terpisah Kepala Kajari Nganjuk, Nopy Tenopero membenarkan adanya laporan dugaan penyimpangan anggaran dana desa tersebut dan berkas laporannya telah diterima Kasi Intel Diky Andi Firmansyah .

“Laporan penyimpangan anggaran desa telah kami terima dan selanjutnya kami akan melakukan pengumpulan bukti bukti. Setelah itu baru masuk ke tahap penyelidikan,” tutur Nopi Kajari Nganjuk.

Sementara Andri Setyo Purwantoro Kepala Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso saat dihubungi media ini via selulernya baik melalui panggilan telpon dan panggilan WhatsApp berulang kali, tidak diangkat. (ind/dn)

News Feed