oleh

Vonis Jauh Dari Tuntutan, JPU Ajukan Banding ? PH Gaguk : Kita Kecewa

Tulungagung, (afederasi.com) – Sidang perkara kasus penganiayaan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia, dengan terdakwa Agus Purnomo alias Gaguk telah sampai pada tahapan pembacaan putusan, Kamis (17/9/2020).

Dalam persidangan di ruang Tirta, majelis hakim yang diketuai Yuri Adriansyah, dan dua hakim anggota Sri Peni Yudawati serta M Abdul Hakim Pasaribu memvonis terdakwa Gaguk 6 bulan penjara.

Gaguk terbukti secara sah dan bersalah melanggar pasal 359 KUHP tentang kelalaian hingga menyebabkan korbannya (Sarto-red) meninggal dunia.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung Mujiono mengungkapkan, putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 2 tahun 6 bulan. Namun, dalam mengambil putusan majelis hakim sudah berdasarkan fakta-fakta persidangan.

“Jadi yang meringankan, korban meninggal karena kealpaannya terdakwa. Sesuai dengan pasal 359,” katanya.

Bagi para pihak yang keberatan atas putusan ini lanjut Mujiono, JPU maupun terdakwa bisa melayangkan banding hingga tujuh hari kedepan.

Menanggapi putusan tersebut, JPU Anik Partini masih akan melaporkan hasil sidang ini kepada pimpinan sekaligus berkoordinasi untuk menentukan banding atau tidak.

Baca Juga  Peringati HUT Lantas Ke-65, TNI/Polri Bersihkan Pantai Boom Paciran

“Nanti kami koordinasikan dulu dengan pimpinan,” ucapnya.

Namun karena putusan (6 bulan-red), cukup jauh dengan tuntutannya yakni 2 tahun 6 bulan, Anik memprediksi akan banding.

“Alasannya yang jelas rasa keadilannya kurang,” katanya.

Anik menjelaskan, meskipun terdakwa ini tidak ada niat untuk menganiaya, atau kesengajaan menghilangkan nyawa korban sesuai pasal 359, namun putusan 6 bulan ini masih jauh dari tuntutannya.

Terpisah Penasehat Hukum Gaguk Heri Widodo juga mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim. Pasalnya, ia menilai unsur pemaaf yang diajukan ditolak. Padahal ini bisa menjadi pertimbangan majelis.

“Tidak semua diulas, termasuk unsur pemaaf. Seharusnya semua disampaikan majelis hakim,” ujarnya.

Heri mengatakan, majelis hakim seharusnya juga melihat bahwa yang dilakukan terdakwa ini terpaksa, dan adanya ancaman seketika.

Heri menambahkan, atas putusan ini pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan terdakwa untuk menentukan langkah hukum selanjutnya yakni banding atau tidak. (yp)

News Feed