oleh

Update Kasus Dugaan Pelecehan Seksual, Kanit PPA : Periksa Saksi dan Olah TKP

Tulungagung, (afederasi.com) – Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung telah menerima laporan kasus dugaan pelecehan seksual dan percobaan perkosaan yang melibatkan Ketua Muda-Mudi DPC Partai Demokrat Tulungagung, RPM (25).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim bakal melakukan penyelidikan termasuk memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Setelah adanya laporan ini, kami akan melakukan investigasi lebih lanjut,” kata Kanit PPA Satreskrim Polres Tulungagung Iptu Retno Pujiarsih, Jum’at (16/10/2020).

Retno melanjutkan, dalam laporan tersebut, Korban mengaku jika sudah mendapatkan saksi yang bisa menjerat si pelaku. Menurutnya, saksi yang dimaksud berinisial D dan siap jika sewaktu-waktu diminta keterangan.

“Tentu nanti D akan kita panggil untuk diperiksa termasuk korban yang berinisial WS,” katanya.

Selain itu lanjut Retno, pihaknya bakal mendalami laporan tersebut dengan melakukan investigasi, seperti mencari alat bukti hingga melakukan olah TKP.

Disinggung apakah polisi juga akan melakukan visum terhadap korban, Retno mengatakan tidak ada. Sebab, menurut laporan dan pengakuan korban, WS ini hanya mengalami percobaan perkosaan. Meskipun kondisi psikis korban mengalami trauma setelah kejasian ini viral di media sosial.

Baca Juga  Tiga Prioritas Kerja Pemerintah Hadapi Tantangan Pandemi Covid-19

Seperti yang diketahui, kejadian ini bermula saat korban baru masuk bekerja di warkop milik RPM. Ketika itu, sekitar pukul 21.00 WIB korban menunggu di warung tersebut sampai hujan reda. Selanjutnya, terlapor menyuruh semua karyawanya berkumpul di sebuah ruangan dan di bawakan minuman keras.

Korban sempat meminum miras tersebut sebanyak 4 (empat) gelas, pada saat setengah mabuk tiba-tiba korban di tarik dan nempel di dada terlapor. Tak hanya itu, terlapor diduga juga memegangi tubuh korban. Meski korban sempat menolak, tetapi terlapor terus memaksa sampai resleting celana korban sudah terbuka namun di tarik lagi oleh korban.

Saat itu terlapor menyuruh saksi dan beberapa karyawan untuk meninggalkan ruangan tersebut, selanjutnya terlapor mematikan lampu dan mengunci pintu ruangan tersebut. Beruntung korban berhasil keluar dan pergi. (is/yp)

News Feed