oleh

Terkait Kasus Gangga Mahasiswi IAIN, Ini Pendapat Kanit UPPA Polres Tulungagung

Tulungagung, (afederasi.com) – Gangga salah satu mahasiswi IAIN Tulungagung yang diduga menjadi korban pencabulan oleh kakak tingkatnya. Nampaknya, semakin menjadi bahan sorotan oleh semua belah pihak.

“Seharusnya si Gangga langsung melaporkan ke pihak kepolisian, setelah kejadian pencabulan itu terjadi,” ungkap Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto melalui Kanit PPA Iptu Retno Pujiarsih, Jum’at (20/11/2020) ketika dikonfirmasi afederasi.com, di ruang kerjanya.

Retno mengatakan, berdasarkan informasi yang didapat dari berbagai media, jika kejadian pencabulan tersebut terjadi pada September lalu. Namun, hingga saat ini belum ada laporan terkait dengan kasus ini yang masuk ke Polres Tulungagung.

“Sebenarnya itu sebelum membuat pelaporan, apabila Gangga mau cerita dulu kepada kami itu tidak apa- apa, tidak usah takut,” tuturnya.

Tentunya tanpa adanya sebuah pelaporan, kata Retno, tidak mungkin pihaknya bisa langsung menangani kasus pencabulan ini. Sebab ada beberapa tahapan, seperti korban harus membuat laporan terlebih dahulu, kemudian pihaknya melakukan penyelidikan.

“Tetapi, Gangga juga harus berani menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya,” tambahnya.

Baca Juga  Cerita Gangga Mahasiswi IAIN Tulungagung, Ini Tuntutannya

Disinggung mengenai viktimisasi, Retno melanjutkan, Gangga tidak perlu mendengarkan berbagai pihak yang telah menyudutkannya. Kendati kesalahan tidak sepenuhnya ada pada Gangga. Merupakan hal yang lumrah apabila seorang laki- laki dan perempuan hanya pergi berdua saja.

“Semua memang tergantung pada lelakinya, kuat menahan nafsu apa tidak,” jelasnya.

Sikap Gangga yang berani speak up pada publik seperti ini patut dijadikan contoh. Pasalnya, tidak semua korban pencabulan berani bersikap seperti Gangga.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh afederasi.com kasus pencabulan hingga per Oktober 2020 ada tiga kasus. Sedangkan, pada akhir 2019 lalu hanya ada satu kasus. Artinya, terdapat peningkatan sebanyak dua kasus pencabulan.

“Semoga tidak ada kasus tambahan lagi,” tandasnya. (er/dn)

News Feed