oleh

Terkait Dugaan Pencabulan Terhadap Gangga, MAA Libatkan Penasehat Hukum

Tulungagung, (afederasi.com) – Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh terduga MAA terhadap Gangga yang merupakan mahasiswi IAIN Tulungagung hingga kini belum menemui titik terang.

Pasalnya, setelah adanya pemberitaan tentang MAA pada salah satu media kampus, membuat MAA merasa keberatan. Oleh karena itu MAA meminta bantuan penasehat hukum (PH).

“Apa yang kami bela adalah proses hukumnya. Jika MAA memang terbukti bersalah maka ia siap untuk bertanggungjawab,” jelas penasehat hukum MAA, Mohammad Ababilil Mujaddidyn, ketika dikonfirmasi afederasi.com.

Billy sapaan akrab dari Mohammad Ababilil Mujaddidyn juga telah melayangkan somasi resmi tentang hak jawab dan koreksi terhadap media kampus. Billy juga sudah mengkonfirmasi dan mendapat dukungan dari salah satu Dekan dari Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH).

“Saya juga sudah melayangkan somasi, saya beri waktu satu minggu, terhitung mulai Selasa (24/11/2020) kemarin untuk ditanggapi. Suatu media tidak boleh menyerang seseorang dengan tendensi yang sangat berlebihan,” jelas Billy.

Billy mengatakan sebagai kuasa hukum MAA, Billy juga akan mendampingi proses persidangan internal yang bakal digelar kampus. Namun, pihaknya sampai sekarang belum diberitahu MAA kapan sidang internal itu akan diadakan.

Disinggung terkait kronologi kejadian versi MAA, Billy menjelaskan terduga korban, yakni Gangga (bukan nama sebenarnya) telah mengajak MAA dua kali untuk mendaki. Namun, MAA baru bisa menyanggupi ajakan Gangga yang ketiga kalinya. “Jadi tidak ada paksaan sama sekali,” tambahnya.

Kemudian setelah mereka berdua sampai di Gazebo Wilis, MAA memarahi terduga korban karena Gangga tidak memakai jaket. Karena hal itu mereka berdua sempat cekcok dan Gangga menangis. Setelah itu mereka turun, dan tidak jadi kepuncak.

“Artinya tidak ada tindakan dari MAA yang mencium dan memaksa untuk berbuat yang senonoh terhadap Gangga,” tegasnya.

Masih menurut Billy, informasi mengenai klaim bukti chat dari Gangga, ia mengaku belum mengetahui akan hal itu. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari MAA, chat itu tidak mengarah ke persetubuhan. “Itu hanya chat guyonan biasa,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pimpinan Umum LPM Dimensi, Hendrick Nur Cholis mengatakan pihaknya sudah menerima surat somasi dari PH MAA terkait permintaan hak jawab, koreksi dan klarifikasi. Manurut Hendrick, dalam penulisan yang dilakukan oleh pihak LPM Dimensi, pihaknya sudah melakukan konfirmasi kepada keduanya . Baik itu kepada Gangga maupun MAA.

“Kami sudah melakukan konfirmasi kepada keduanya, baik Gangga maupun  MAA. Pada tulisan sudah jelas, tidak hanya keterangan dari gangga yang kami tulis namun keterangan dari MAA juga sudah ada,” katanya.

Menurut Hendrick, bagi PH MAA ketika keberatan dengan suatu pemberitaan bisa melayangkan surat kepada dewan pers. Sebab, setiap pemberitaan yang melalui karya jurnalistik itu ranahnya ke dewan pers.

“Silahkan melaporkan ke dewan pers, sesuai dengan prosedur,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas IAIN Tulungagung, Ulil Abshor mengatakan kampus tidak ada kaitannya dengan MAA yang membawa kasus ini keranah hukum. “Hal- hal diluar urusan kampus, kita tidak punya pendapat,” jelasnya.

Upaya yang dilakukan kampus sampai saat ini sudah mengundang kedua belah pihak, yakni terduga korban dan terduga pelaku untuk melakukan mediasi dan dimintai keterangan. Namun, pada proses mediasi terdapat dua pendapat yang bertolak belakang. Gangga menceritakan kronologi seperti yang ditulis pada media, sedangkan MAA menyangkal melakukan tindakan itu.

“Dalam suatu kasus tidak mungkin ada dua kebenaran,” imbuhnya.

Pihak kampus akan tetap berupaya untuk mempertemukan kedua belah pihak, dan menunggu keduanya untuk bisa hadir, guna dimintai klarifikasi. “Apabila sudah terbukti mana yang benar dan mana yang salah, maka kami akan menindak sesuai dengan jenis kesalahan dengan menggunakan kode etik mahasiswa (KEM),” pungkasnya. (er/dn)

News Feed