oleh

Tak Butuh Lama, Pelaku Pelemparan Bom Molotov Diciduk Polisi

Trenggalek,(afederasi.com) – Sebanyak lima orang yang diduga sebagai pelaku pelemparan bom molotov di rumah Heri Sulistiawan dan Musnan warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan, pada Rabu (9/9/2020) malam akhirnya berhasil diciduk anggota Polres Trenggalek pada Jum’at (12/9/2020).

Mereka adalah RTS (19), DNH (22) warga Desa Ngulanwetan, dan VC (23), FVA (28) warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan, serta GS masih dibawah umur.

“Kelimanya berhasil diamankan di rumah masing-masing,” kata Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, Sabtu (12/9/2020).

Doni mengatakan, selain mengamankan lima orang yang diduga sebagai pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor jenis Vario AG 4133 YAF, dan AG 6513 YAJ, serta Honda Beat AG 6673 ZW yang diduga dipergunakan untuk melakukan pelemparan bom molotov serta barang bukti dari korban.

Doni melanjutkan, dari hasil pemeriksaan kelima mengakui sebelum melakukan aksinya terlebih dahulu minum-minuman keras (miras). Kemudian peran dari masing-masing pelaku juga berbeda.

“GS, RTS, dan FVA melakukan pelemparan di rumah Heri Sulistiawan  yang dilakukan dari pagar rumah,” katanya.

Baca Juga  Kebut Pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2020

Sedangkan di rumah Musnan yang mengakibatkan putrinya mengalami luka bakar dibagian kaki kanannya dilakukan oleh DNH dan VC dari jendela rumah.

“Dari hasil penyidikan, aksi tersebut dilakukan sesuai pengakuan para pelaku karena dendam pribadi,” imbuhnya.

Masih menurut Doni, sedangkan bom molotov dibuat dari bahan premium yang dibuat hasil rakitan para pelaku.

“Dari hasil pemeriksaan, otak pelemparan bom molotov adalah VC,” jelasnya.

Doni menambahkan, atas perbuatannya para pelaku akan dikenakan pasal 187 ke 1e subs 170 (1) KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP jo pasal 56 ke 1e KUHP, dan pasal 187 ke 1e subs 170 (1) KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP  jo pasal 56 ke 1e KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun,” pungkasnya. (pb/yp)

News Feed