oleh

Simpan Ratusan Pil Dobel L, Pria Besole Diciduk Polisi

Tulungagung, (afederasi.com) – RI (29), pria asal Desa Ngentrong Kecamatan Campuradarat yang tinggal di Desa Besole Kecamatan Besuki ini diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Bandung pada Jum’at (4/9/2020). Pasalnya, ia kedapatan menyimpan obat terlarang jenis pil dobel L di dalam kamar rumahnya.

Dari penangkapan tersebut, polisi juga menyita barang bukti berupa 643 pil dobel L, sebuah hp merk Advan tipe 5 I, uang tunai Rp 50 ribu, dan sebuah botol plastik.

“Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolsek Bandung,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Iptu Neni Sasongko.

Dijelaskan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari informasi yang diterima anggota Unit Reskrim Polsek Bandung bahwa di daerahnya diduga ada peredaran narkoba. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata mengarah ke RI yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Saat petugas mendatangi rumahnya, RI ini mengelak semua sangkaan petugas,” imbuhnya.

Namun saat petugas menggeledah isi rumahnya lanjut Neni, petugas menemukan sebuah botol plastik berwarna putih. Saat dibuka, ternyata didalamnya terdapat ratusan pil yang ketika itu diduga sebagai pil dobel L.

Baca Juga  Kecewa Penegakan Hukum di Kota Marmer, Massa Gelar Tahlilan Hingga Salat Jenazah di Depan Mapolres dan Gedung DPRD

“Jumlahnya ada sekitar 643 butir,” terangnya.

Neni melanjutkan, setelah itu RI ini tidak bisa mengelak lagi. Akhirnya ia mengakui perbuatannya.

Kepada petugas, RI mengaku sebelumnya memang sudah pernah mengkonsumsi pil dobel L. Namun untuk mengedarkan, ia mengaku baru sekitar satu bulan.

“Jadi RI ini adalah pemakai lama sejak ia kerja di Kalimantan,” jelasnya.

Karena ia sering mengkonsumsi, akhirnya teman-temannya mulai membeli atau pesan barang haram tersebut kepada RI. Dimana setiap 50 butir pil dobel L dijual seharga Rp 125 ribu. \

“RI ini membeli pil dobel L dari seseorang yang berinisial A warga Kecamatan Sumbergempol. Setiap 50 butir dibeli seharga Rp 100 ribu,” imbuhnya.

RI juga mengakui, ia nekat mengkonsumsi pil dobel L tersebut karena ada permasalahan keluarga. Hal ini diperparah ketika istrinya yang berada di Kalimantan meminta untuk bercerai.

Neni menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga berupaya untuk mengungkap jaringan dari RI dan A ini.

“Atas perbuatannya, tersangka RI bakal dijerat dengan pasal 197 sub pasal 198 jo pasal 98 (2) UURI no 36 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (yp)

News Feed