oleh

Simpan Pil Koplo di Kusen Pintu, Pria Asal Watulimo Diciduk Polisi

Tulungagung, (afederasi.com) – Seorang pria asal Desa Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek diamankan anggota Satreskoba Polres Tulungagung pada Rabu (2/9/2020) dini hari. Pasalnya, Pria berambut gondrong yang berinisial HR alias Andik (32) ini diduga menjadi pengedar narkoba jenis pil koplo.

Bahkan untuk mengelabuhi petugas, HR menyembunyikan barang haram tersebut di atas kusen pintu kamar kosnya masuk Desa Ngujang Kecamatan Kedungwaru.

Dari tangan HR, polisi menyita barang bukti berupa 726 butir pil koplo, uang hasil penjualan Rp 70 ribu, dan sebuah ponsel Xiaomi.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Iptu Neni Sasongko mengatakan, HR berhasil diringkus petugas berkat pengembangan dari tersangka yang beberapa jam sebelumnya terlebih dahulu diamankan.

Ketika itu, jaringan dari HR ini yang berinisial RN alias Gunden (44) warga Desa Plosoarang Kecamatan Sanan Kulon Kabupaten Blitar berhasil ditangkap seusai melakukan transaksi pil koplo.

“Dari tangan RN ini polisi mengamankan 69 butir pil dobel L yang baru dijualnya,” katanya.

Baca Juga  Spesialis Pembobol Kantor Didor

Saat diinterograsi lanjut Neni, RN mengaku jika pil dobel L tersebut dibeli dari HR seharga Rp 50 ribu tiap 23 butir. Tak mau kehilangan momentum, akhirnya petugas langsung mencari keberadaan HR.

“HR berhasil diamankan di kosnya. Awalnya, ia tidak mengakui, tetapi saat ditemukan di atas kusen, akhirnya HR mengakui perbuatannya,” katanya.

Kepada petugas, HR mengaku mendapatkan pil dobel L dari seseorang yang berinisial SA warga Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. Dimana setiap 25 butir dibelinya seharga Rp 50 ribu. Adapun cara transaksinya, HR pesan dulu melalui pesan whatsapp.

“Selain mengedarkan, HR dan RN ini juga mengkonsumsi pil dobel L, alasannya agar tidak mudah capek,” imbuhnya.

Neni menambahkan, kini kasus tersebut masih didalami petugas. Pihaknya juga berupaya untuk melengkapi berkas-berkas kedua tersangka untuk pelimpahan ke kejaksaan.

“Atas perbuatannya, RN dan HR bakal dijerat dengan pasal 197 sub pasal 196 Jo pasal 98 ayat (2) UURI No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan,” (yp)

News Feed