oleh

Polisi Selidiki Pelaku Pengroyokan, Akibatkan Satu Pemuda Babak Belur Dan Satu Tewas

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi

Tulungagung, (Afederasi.com) – Sebanyak dua pemuda babak belur dihajar kawanan pemuda pada Minggu (27/10/2019) dini hari di Jalan Kapten Kasihin masuk Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung atau tepatnya di dekat SMPN 1 Kedungwaru. Akibatnya, satu diantara dua korban terpaksa dilarikan ke RSUD dr Iskak hingga akhirnya meninggal dunia.

Kedua korban tersebut yakni, Dhimas Fikri Rifanda (23) warga Desa/Kecamatan Kedungwaru, dan Muhamad Samsul Maarif (23) warga Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru yang akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD dr Iskak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun afederasi.com, sebelum terjadi pengeroyokan kedua korban sempat mampir di Cafe Raja masuk Desa Ngujang. Selanjutnya, keduanya hendak menuju warung kopi (warkop) di daerah Pasar Wage pada pukul 02.30 WIB.

Namun setibanya di lokasi, tiba-tiba keduanya dihadang oleh kawanan orang yang tidak dikenal. Tanpa alasan yang jelas, kedua korban langsung dihajar bertubi-tubi. Bahkan kejadian tersebut sempat terekam kamera CCTV yang terpasang di salah satu sudut bangunan tak jauh dari TKP.

Baca Juga  Ternyata Senjata Ini Yang Digunakan Oleh Anggota Resmob Polres Tulungagung Untuk Latihan

Akibat pengeroyokan tersebut, Dhimas Fikri Rifanda mengalami luka memar pada pipinya. Sedangkan Muhamad Samsul Maarif mengalami luka-luka pada bagian kepalanya. Meski sempat pulang ke rumah, namun oleh pihak keluarga ia dibawa ke RSUD dr Iskak pada Minggu siang. Setelah mendapat perawatan sekitar 3 hari, ahirnya Muhamad Samsul Maarif meninggal dunia pada Kamis (31/10/2019) dini hari.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasatreskrim AKP Hendi Septiadi mengatakan, pasca mendapat informasi kejadian tersebut pihaknya langsung memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah TKP. Bahkan pihaknya juga sudah mengecek kamera CCTV yang sempat merekam kejadian tersebut.

“Rekaman CCTV masih kita pelajari, sekilas terlihat ada empat orang yang melakukan pengeroyokan,” katanya.

Namun demikian lanjut Hendi belum bisa menyampaikan secara rinci terkait kasus tersebut. Pasalnya, saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban agar memberi ijin untuk mengotopsi korban.

“Kelihatannya dari pihak keluarga kurang berkenan korban diotopsi, ini yang masih kami komunikasikan,” ujarnya.

Baca Juga  Nekat Gondol HP Saat Ngamen, Duda Dua Anak Diamankan Warga

Hendi melanjutkan, jika korban bisa diotopsi setidaknya pihaknya bakal menemukan petunjuk terkait kepastian penyebab kematian korban. Selain itu, pihaknya juga bisa lebih fokus dalam pengumpulan bahan keterangan.

Disinggung apa motif dari pengeroyokan tersebut, Hendi juga belum bisa memastikannya. Sebab, saat ini hasil penyelidikan juga terus berlanjut.
“Terus terang kemi belum mendapat laporan terbaru dari hasil penyelidikan kasus tersebut. Namun saya pastikan progresnya ada, ditunggu saja dan mohon doanya agar segera terungkap,” pungkasnya. (ra/an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed