oleh

Polisi Kembali Sita Barang Bukti Upal Senilai Rp 1,7 Triliun

Banyuwangi, (afederasi.com) – Hasil pengembangan dari pengungkapan peredaran mata uang asing palsu oleh Polresta Banyuwangi, kembali mengamankan barang bukti (BB) uang palsu senilai Rp1,7 triliun.

Setelah sebelumnya berhasil mengamankan sepuluh orang dan barang bukti mata uang asing palsu berbagai pecahan dari beberapa negara senilai Rp2,8 triliun.

“Jadi sementara ini ada tambahan 1,7 Triliun. Total barang bukti semuanya ada 4,5 Triliun jika dirupiahkan,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Senin (1/3/2021).

Arman mengatakan, BB baru yang ditemukan merupakan mata uang asing palsu jenis Euro. Terdiri dari pecahan 1 juta Euro sebanyak 100 lembar yang berlaku pada tahun 1999 hingga tahun 2000.

“Mata uang Euro ini berlaku di 15 negara. Sekarang uang ini menjadi koleksi dari hasil pengembangan,” ujarnya.

Arman menambahkan, selain barang bukti pecahan mata uang asing palsu jenis Euro, pihaknya juga mengamankan 100 lembar mata uang Renmin Yinhang yang diduga palsu.

“Untuk mata uang ini masih kami konsultasikan kepada Jendral China. Untuk mengetahui kategori uang ini masih bisa dibelanjakan atau hanya pajangan,” jelasnya.

Baca Juga  Gerbong Mutasi Polresta Banyuwangi Kembali Bergerak, Ini Pejabat yang Dimutasi

Pengungkapan ini, kata Arman, Polisi masih memburu beberapa tersangka lain. Pendalaman kasus terus dilakukan untuk mengungkap aktor dalam peredaran uang asing palsu, karena pengakuan para tersangka yang diamankan mereka mengaku membeli mata uang asing palsu dari orang Jakarta.

“Akan kita kembangkan untuk mencari siapa yang menjadi aktor utama,” cetusnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polresta Banyuwangi menggagalkan peredaran mata uang asing palsu berbagai pecahan dari beberapa negara, total senilai Rp2,8 triliun.

Meliputi dolar Amerika, uang China, mata uang Yijiao, US dollar, mata uang Cinco mil Cruzeiros, dolar Hongkong, Ringgit, dan mata uang Indonesia.

Selain menyita sejumlah uang palsu tersebut, petugas turut mengamankan sepuluh tersangka.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, pengungkapan ini berawal adanya informasi transaksi uang palsu di salah satu hotel di Banyuwangi. (ron/dn)

News Feed