oleh

Perhatian, Satlantas Bakal Catat Riwayat Pelanggar Lalu lintas di Kota Marmer

Tulungagung, (afederasi.com) – Bagi pengendara kendaraan bermotor (ranmor) yang memiliki ‘hobi’ melanggar lalulintas dihimbau untuk segera insaf. Pasalnya, dalam waktu dekat Satlantas Polres Tulungagung bakal memberlakukan program Traffic Attitude Record (TAR).

Program ini adalah pencatatan secara digital riwayat semua pelanggar lalulintas di Kota Marmer. Bahkan, data ini nantinya akan disinkronisasi dengan data yang ada pada Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

“Jika ada seseorang yang ditilang, terlibat laka lantas, atau sedang mengurus SKCK, maka akan terlihat riwayat jenis pelanggaran-pelanggaran yang pernah dilakukannya,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasatlantas AKP Aristianto Budi Sutrisno kepada afederasi.com.

Aris sapaan akrab AKP Aristianto Budi Sutrisno mengatakan, selain untuk mendukung program pemerintah tentang single identity number, program ini juga salah satu uapaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Harapannya, dengan sistem ini bisa membudayakan masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

“Jadi etika berkendara, saling menghargai sesama pengguna jalan harus dibangun lagi. Minimal, ini bisa mengurangi tingkat fatalitas korban,” terangnya.

Baca Juga  Nyambi Edarkan Dobel L, Sopir Truk Dibekuk di Kamar Kos

Aris menjelaskan, adapun teknis penerapan program TAR ini yakni melalui program E-Tilang yang sudah berlaku. Menurutnya, semua pelanggar yang kena tilang, secara otomatis datanya juga sudah masuk ke sistem TAR yang juga disinkronisasi dengan data di SKCK.

“Untuk pengecekan, setiap anggota nanti kita bekali aplikasi di ponsel android. Kemudian tinggal memasukkan NIK atau nomor ranmor, lalu sudah muncul riwayatnya,” jelasnya.

Jadi lanjut Aris, petugas langsung bisa mengetahui seseorang atau ranmor pernah melanggar apa, dimana, dan kapan saja. Jika riwayat pelanggarannya tercatat banyak, otomatis akan menjadi pertimbangan hakim untuk memutus perkaranya.

“Ya kalau jumlah pelanggarannya banyak, berarti yang bersangkuatan ini memiliki perilaku berkendara yang kurang baik,” imbuhnya.

Eris memastikan, saat ini baik instrumen, sumber daya manusia, dan sistem sudah siap. Menurutnya, dalam waktu dekat program ini akan segera di launching dan diberlakukan.

“Program ini adalah pengembangan dari inovasi-inovasi sebelumnya, seperti TACS,” terangnya.

Meski di Tulungagung belum menerapkan Electric Traffic Law Enforcement (Etle) seperti layaknya di kota-kota besar, namun pihaknya optimis program ini tetap bisa berjalan di Tulungagung.

Baca Juga  Sambil Gowes, Kapolres Berikan Sanksi Warga yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

“Kita masih manual, tapi tetap bisa berjalan. Buktinya tetap ada pelanggar lalin yang kena tilang,” ungkapnya. (yp)

News Feed