oleh

Pembunuhan di Kawasan JLS Terungkap, Gara-gara Kalah Judi dan Memaki-maki Teman

Tulungagung, (afederasi.com) – Akhirnya misteri pembunuhan Sayyid Lupriyadi (45)  warga Kecamatan Sumbermanjing, Kabupaten Malang di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, (27/4/2021)  terkuak.

Korban tewas dibunuh temanya sendiri bernama Sugeng Widodo (31) warga Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Pembunuhan tersebut terbilang sadis. Korban dipukul beberapa kali dengan tangan kosong dan dihantam batu seberat 20 Kg mengenahi kepala dan dada.

“Pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena tersinggung terus dimaki-maki gara-gara kekalahan judi kletek,”ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Handono Subiakto, Senin (03/3/2021).

Dijelaskan kini tersangka dan sejumlah barang bukti diamankan di Polres Tulungagung. Dia bakal dijerat pasal 338 sub 338 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Menurutnya Sugeng Widodo Sait Lupriadi berangkat dari Malang menuju Kabupaten Tulungagung naik motor Honda Astrea dengan nopol sudah diganti, AG 6542 PT.  Mereka memutuskan bermain judi kletek di wilayah hukum Polres Tulungagung. Namun nasib mereka berdua tidak sama.

“Sugeng Widodo menang judi Rp 1.1 juta. Sedangkan Sait Lupriadi kalah. Akhirnya korban menjual motornya kepada Sugeng,”jelas Handono.

Masih menurut Handono, kekalahan perjudian membuat Sait Lupriadi marah dan memaki-maki tersangka karena dianggap sebagai salah satu penyebabnya. Mereka menempuh perjalanan menuju arah pantai Prigi Kabupaten Trenggalek dengan menelurusi JLS.

“Di Prigi sempat mengobrol hingga 1 jam pada Sabtu (24/4/2021) sekitar pukul 00.30 WIB. Selanjutnya kembali ke Tulungagung arah Kecamatan Bandung,”paparya.

Kapolres melanjutkan dalam perjalanan tersebut, korban terus memaki-maki tersangka. Merasa tidak terima atas perlakuan tersebut, akhirnya timbul niatan tersangka untuk menganiaya korban bahkan membunuhnya dan mengambil kembali uangnya yang diberikan kepada korban sebagai uang jual beli motor tersebut.

Akhirnya, dengan niat jahatnya, tersangka mengajak korban untuk melewati Jalur lintas selatan, karena jalur tersebut terlihat sepi.

“Barulah sesampainya di JLS ini sekitar pukul 02.00 WIB, tersangka meminta berhenti untuk alasan buang air kecil dan beristirahat. Barulah saat korban lengah, tersangka memukul korban secara bertubi-tubi dengan tangan kosong sebanyak tiga kali sembari menanyakan maksud perkataan kasarnya tersebut,” imbuhnya.

Saat korban mendapat perlakuan tersebut, seketika korban berusaha untuk berteriak meminta pertolongan. Lantaran tersangka merasa panik, tersangka tersandung batu dan spontanitas akhirnya tersangka mengambil batu seberat 20 Kg dan dipukulkan ke korban di bagian belakang telinga sebelah kanan, tak cukup disitu tersangka juga menghantamkan batu tersrbut ke dadanya.

Barulah disaat korban sudah tidak berdaya, Pria bertato tersebut langsung mengambil uang senilai Rp 1.1 juta, dan ponsel korban. Diketahui pula, tersangka sempat menyeret korban sejauh 9 meter dari jalan raya dan pergi meninggalkan korban untuk kembali ke Malang.

“Awalnya tidak diketahui kondisi mayat karena sudah lama, membusuk dan keluar belatung. Akhirnya dilakukan otopsi di RSUD. Polisi menemukan ada kejanggalan. Seperti luka di bagian tengkuk, dan iga yang patah. Sehingga ada indikasi jika mayat tersebut merupakan korban pembunuhan,” ujarnya.

Handono menjelaskan, usai melakukan serangkaian penyelidikan dan mengetahui identitas korban. Pihak kepolisian melakukan penelusuran dengan siapa terakhir kalinya korban bersama.

Pada Kamis (29/4/2021) tim penyidik mendapat informasi dari keluarga korban saat mengambil jenazah korban jika korban diketahui terakhir kali bersama Sugeng Widodo yang mana saat itu dia juga ikut mengambil jenazah korban di RSUD dr. Iskak. berawal dari penjelasan keluarga, dari penyelidikan mengerucut ke satu orang yang dicurigai.

Akhirnya, tim penyidik langsung mengamakan keluarga korban dan tersangka untuk bersama -sama dimintai keterangan. Hasilnya, tersangka akhirnya mengakui jika memang dialah pelaku pembunuhan terhadap korban.

Tanpa disadari bahwa teman akrabnyalah yang tega membunuhnya, dan bahkan bisa dengan tenang saat ikut mengecek jenazah korban di RSUD dr Iskak. “Berdasarkan keterangan dari tersangka, kami menyimpulkan jika tersangka merasa sakit hati atas perkataan korban,” pungkasnya. (riz)

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed