oleh

Modal Investasi Rp350 Juta Melayang, Warga Baron Lapor ke Polres Nganjuk

Nganjuk, (afederasi.com) – Muzaki Muhaimin Azah (40) warga Dusun Pandanarum RT 002 RW 005 Desa Kemlokolegi, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, pada Jum’at (20/11/2020) mendatangi Mapolres Nganjuk, guna melaporkan BSN warga Malang yang juga tinggal di Kabupaten Nganjuk.

Dimana, laporan tersebut terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang investasi usaha tambang galian C sebesar Rp 350 juta sejak tahun 2018 yang hingga kini belum terealisasi.

“Dengan adanya kejadian ini korban merasa dipermainkan, akhirnya, harus menyerahkan kasus ini dengan melaporkan BSN yang juga rekan kerjanya warga Malang yang tinggal di Kabupaten Nganjuk ke Polres Nganjuk dengan Nomor : TBL-B/68/XI/RES 1.11/2020/RESKRIM/SPKT Polres Nganjuk tentang adanya dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan,” ungkap Ristika Wahyu Prasetyo, SH selaku kuasa hukum Muzaki, Sabtu (21/11/2020)

Ristika Wahyu Prasetyo mengatakan, dugaan terjadinya tindak pidana ini, berawal dari BSN bersama dengan beberapa rekan bisnis lainnya mengajak kliennya untuk membuka bisnis tambang galian C dengan luas sekitar 150 hektar di Wilayah Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.

Baca Juga  Polisi Tangkap 2 Tersangka Baru Kasus Investasi Bodong, Ratusan Miliar Rupiah Disita

“Kliennya, karena sangat percaya kepada figur BSN yang diketahui sebagai menantu salah satu orang terkaya di Kabupaten Nganjuk, dan melihat keuntungan dari usaha itu menjanjikan, maka patungan usaha yang ditawarkannya disetujui dengan mentransfer uang sebesar Rp 300 juta pada, 13 Agustus 2018 dan mentransfer lagi pada 1 September 2018 sebesar Rp 50 juta,” kata Ristika.

Masih sebagaimana yang dikatakan Ristika, pihaknya melaporkan BSN ke Polres Nganjuk, karena diduga terlapor tidak memiliki iktikad baik untuk mengembalikan uang kliennya. Karena beberapa kali diminta untuk mengembalikan uang investasi tersebut, baik melalui pesan singkat ataupun WhatsApp (WA), hingga kini tidak ditanggapinya.

“Rupanya terlapor sengaja menghindar dan tidak mau bertanggung jawab atas nasib uang investasi dari klien kami. Makanya kami melaporkan BSN ke Polres Nganjuk atas dugaan penggelapan uang investasi sehingga klien kami mengalami kerugian,” tandas Ristika.

Sementara Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan membenarkan adanya laporan dugaan penipuan dan penggelapan investasi tambang galian C yang dilakukan BSN warga Malang yang berkantor atau bertempat tinggal di Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga  Gubernur Apresiasi Investasi dan Pustakawan Muda NTB

“Saya baru terima laporan adanya dugaan investasi bodong baru kemarin sore. Sementara kasusnya masih didalami dan dalam waktu dekat akan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Nanti apabila ada perkembangan atas laporan kasus tersebut akan saya sampaikan secara terbuka,” tutur Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan. (ind/dn)

News Feed