oleh

LBH Belum Diijinkan Dampingi Pendemo yang Ditangkap Polisi

Surabaya, (afederasi.com) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya belum diijinkan oleh pihak kepolisian untuk melakukan pendampingan hukum terhadap pendemo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang ditahan oleh aparat kepolisian.

Pengacara Publik dan Kepala Bidang Kasus Buruh dan Rakyat Miskin Kota LBH Surabaya Habibus mengatakan, pihaknya sudah berupaya melakukan pendampingan kepada para demonstran yang ditangkap, namun Polrestabes Surabaya melarangnya. 

“Kami selaku tim hukum dari LBH Surabaya dilarang untuk mendampingi peserta aksi dengan alasan masih dalam pendataan,” kata Habibus saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2020) kepada afederasi.com melalui sambungan selulernya.

Habibus mengatakan, pihaknya mengaku sempat terjadi perdebatan antara polisi dan LBH Surabaya. Begitu juga saat pihaknya bermaksud hanya ingin melihat kondisi para peserta aksi, polisi juga menolaknya. 

“Sampai saat ini tim hukum masih dilarang melakukan pendampingan,” ujarnya. 

Habib memperkirakan, bahwa ada 300-an peserta aksi Tolak Ciptaker di Surabaya, yang kini diamankan aparat. Meski begitu ia masih membutuhkan waktu untuk memastikannya. 

“Sekitar 300 orang ditangkap oleh Polrestabes Surabaya,” kata Habibus.

Baca Juga  Pantau Kesehatan Ibu Hamil, Puskesmas Laren Jemput Bola

Sementara itu, Kabag Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko ketika dikonfirmasi afederasi.com masih enggan memberikan komentarnya. Pasalnya, saat ini kasus tersebut masih dalam pendalaman.

“Ditunggu saja, nanti jika pemeriksaan sudah selesai akan kami sampaikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, aksi Tolak Omnibus Law Cipta Kerja di Gedung Negara Grahadi Surabaya berlangsung ricuh. Massa melempari polisi dengan botol, kayu dan kaca.  Mereka merusak lampu, water berrier, tiang lampu, bahkan menjebol gerbang Grahadi sisi barat dan timur. Polisi kemudian menembakkan gas air mata dan mengerahkan water canon ke arah massa. 

Bentrokan pun terjadi di persimpangan Balai Pemuda Surabaya Jalan Gubernur Suryo-Jalan Yos Sudarso, dan di depan Tunjungan Plaza di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Polisi akhirnya berhasil memukul mundur demonstran aksi Tolak Omnibus Law Cipta Kerja yang terlibat bentrok di sekitar Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (dwd/yp)

News Feed