oleh

Komplotan Pencuri Di Swalayan Ditangkap, Barang Dimasukkan Ke Dalam Rok

Pelaku ketika mempraktekan cara pengambilan kaleng susu

Tulungagung, (Afederasi.com) – Sebanyak lima orang yang diduga sebagai komplotan pencuri spesialis di toko swalayan berhasil diamankan anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Ngunut pada Jumat (1/11/2019) sore. Pasalnya, mereka tertangkap tangan saat beraksi di swalayan Agung Mart masuk Desa/Kecamatan Ngunut milik Susanto Gunawan (39), dengan menyembunyikan barang curiannya ke dalam rok.

Ironisnya dua dari kelima orang yang diamankan masih anak-anak dan memiliki peran masing-masing.

Mereka adalah, Deni Supriyanto (22) warga Kelurahan Kebon Melati selaku otak dan pengalih perhatian, Muhammad Jaelani (35) warga Kelurahan Petamburan sebagai sopir dan pemantau situasi di luar toko, Rinata (21) warga Kebon Melati sebagai eksekutor.

Kemudian, IF (13) warga Kelurahan Kebon Melati yang juga sebagai eksekutor, dan MA (11) yang tak lain adalah adik kandung IF.
Dari kejadian tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 3 kaleng susu merk Morinaga Child Kid Platinum, 1 kaleng susu Nutrilon kemasan 800 gram, empat potong celana jeans anak, 1 unit mobil Daihatsu Xenia B 1950 CMC, sepotong sarung warna hitam, dan uang hasil kejahatan sebesar Rp 515 ribu.

Baca Juga  Ini Alasan Pelajar SMP Nekat Curi Lombok

“Kelima tersangka kini sudah diamankan, namun dua diantaranya tidak ditahan karena anak-anak,” kata Kapolsek Ngunut Kompol Siti Nurinsana melalui Kanitreskrim Iptu Hery Purwanto, Minggu (03/11/2019).

Hery mengatakan, tertangkapnya sekeluarga tersebut bermula dari kecurigaan pemilik toko yang saat itu tengah memantau monitor kamera CCTV nya. Dalam video terlihat ada dua orang yang tengah mengambil dagangan yang dimasukkan ke dalam rok nya. Tak hanya itu, beberapa orang lain juga tampak mencurigakan seperti halnya mengalihkan perhatian karyawan.

“Yakin jika mereka satu komplotan akhirnya pemilik toko langsung menutup pintu depan toko hingga mereka tidak bisa keluar,” katanya.

Selanjutnya lanjut Hery, pemilik toko langsung berkoordinasi dengan anggota Polsek Ngunut. Hasilnya, kelimanya berhasil ditangkap dan diamankan ke Mapolsek Ngunut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Karena unsur-unsurnya terpenuhi, akhirnya dari lima orang tersebut empat diantaranya ditetapkan sebagai tersangka. Namun hanya ada tiga yang ditahan lantaran satu tersangka masih dibawah umur,” jelas Hery.

Hery melanjutkan, dari hasil pemeriksaan diketahui otak dari kasus pencurian tersebut adalah Deni Supriyanto. Pengakuannya, dialah yang berperan membagi tugas masing-masing tersangka. Sedangkan ia sendiri bertugas mengalihkan perhatian kasir.

Baca Juga  Ini Alasan Pria Nekat Curi Enam Ekor Ayam

“Jadi seakan-akan ia membeli barang dan membayarnya, tetapi disaat yang bersamaan timnya juga beraksi,” terangnya.

Kemudian Muhammad Jaelani berperan sebagai pengemudi mobil. Saat beraksi, ia berperan mengawasi situasi di sekitar target. Jika ada yang membahayakan ia memberikan kode atau turut membantu mengalihkan perhatian.

Selanjutnya, Rinata dan IF bertugas sebagai eksekutor. Ia mengambil barang yang memiliki nilai jual tinggi dan berbentuk kecil. Lalu barang tersebut dimasukkan ke dalam roknya yang memang dibuat besar.

“Jadi MA hanya ikut saja,” terangnya.

Berdasarkan pengakuan para tersangka, aksi ini bukanlah yang pertama kalinya. Menurutnya, sebelumnya mereka juga pernah melakukan hal serupa di salah satu toko swalayan di Ngunut juga. Bahkan, selama perjalanan dari Jakarta ke Tulungagung mereka beberapa kali melakukan pencurian dengan modus yang sama.

“Sasarannya memang toko swalayan,” imbuhnya.

Adapun barang hasil curian tersebut langsung dikirimkan ke seseorang yang diduga sebagai pengepul melalui pos. Setelah barang diterima, para tersangka ini akan dikirimi uang.

“Pembagiannya beragam, bahkan setiap hari bisa mencapai Rp 300 ribu,” imbuhnya.

Baca Juga  Pencuri Lintas Kota Digulung, Nyaru Sebagai Pengamen Ketika Beraksi

Selama beroperasi, kelimanya tinggal di sebuah rumah kontrakan di daerah Blitar. Disana juga ada sosok perempuan yang diduga sebagai keluarga para tersangka.

“Saat petugas mengecek kesana, orang tersebut juga langsung kabur,” jelasnya.

Hery menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Pihaknya juga terus mengorek setiap keterangan dari masing-masing tersangka.

“Atas perbuatannya, mereka bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. (ra/an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed