oleh

Kejari Endus Dugaan Kecurangan Transaksi E-Batara Pos di Kantor Pos Campurdarat

Tulungagung, (afederasi.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung tengah membidik kasus dugaan korupsi baru. Korps Adhyaksa ini mengendus adanya dugaan kecurangan transaksi tabungan E-Batara Pos di Kantor Pos Kecamatan Campurdarat.

“Modusnya, uang tabungan nasabah E-Batara yang semestinya disetorkan ke Kantor Pos, tetapi oleh salah satu oknum karyawan Kantor Pos Campurdarat uang tidak disetorkan,” kata Kepala Kejari Tulungagung Ansari melalui Kasi Intel Agung Tri Radityo Selasa (28/7/2020).

Agung sapaan akrab Agung Tri Radityo mengatakan, adapun jumlah nasabah yang dirugikan atas dugaan kecurangan ini mencapai puluhan. Menurutnya, rata-rata uang tersebut dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menabungkan uangnya di tabungan E- Batara di Kantor Pos Campurdarat.

“Jumlah nasabah memang puluhan, tetapi jumlah kerugiannya diperkirakan mencapai ratusan juta,” ungkapnya

Agung menjelaskan, kecurangan ini diperkirakan terjadi pada tahun 2019 yang lalu. Namun baru ditemukan pada tahun 2020. Bahkan, saat ini kasus sudah masuk dalam penyidikan.

“Sudah ada beberapa orang yang kami periksa, kami juga masih menggali dan mencari bukti-bukti untuk mencari siapa orang yang harus bertanggung jawab,” terangnya.

Baca Juga  Transaksi Narkoba, Tiga Pria Diciduk Polisi

Dari hasil penyelidikan sementara lanjut Agung, dugaan kecurangan ini hanya terjadi di Kantor Pos Campurdarat saja. Agung juga mengungkapkan, sejauh ini pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih detail karena kasus masih dalam pendalaman.

“Ditunggu saja progresnya, nanti perkembangannya akan dikabari termasuk hasil audit dari BPKP Surabaya,” jelasnya.

Disinggung pasal yang digunakan untuk menjerat pelaku ini, untuk sementara pelaku akan dikenakan dengan pasal 2 dan atau pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang Tipikor.

“Ada upaya memperkaya diri, melibatkan instansi pemerintahan, hingga menyalahgunakan kewenangan dalam jabatannya,” pungkasnya. (yp)

News Feed