oleh

JPU Tuntut Gaguk 2 Tahun 6 Bulan

Tulungagung, (afederasi.com) – Sidang perkara kasus Gaguk kembali digelar di ruang sidang Tirta Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung Senin (31/8/2020).

Dalam persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung menuntut Gaguk dengan hukuman dua tahun enam bulan.

Gaguk didakwa atas pasal 359 KUHP karena kelalaiannya hingga menyebabkan korban yakni Sarto meninggal dunia.

JPU Kejari Tulungagung Anik Partini mengungkapkan, tuntutan dua tahun enam bulan tersebut sudah sesuai dengan perbuatan terdakwa AP alias Gaguk ini. Menurutnya, korban meninggal dunia karena kelalaian terdakwa saat ia berupaya mengamankannya.

‘Karena kealpaannya ini mengakibatkan korban meninggal dunia,” terangnya.

Anik menjelaskan, dirinya berkeyakinan mendakwa terdakwa ini dengan pasal 359 saja meskipun ada tiga pasal dakwaan lain yakni pasal 360, pasal 351 ayat 3 dan pasal 351 ayat 2 KUHP. Sebab, perbuatan yang dilakukan terdakwa ini tidak ada niat untuk melakukan penganiayaan atau bahkan membunuh korban.

Menurutnya, keyakinan ini ia peroleh dari rekaman video saat kejadian, keterangan saksi dan terdakwa, hingga proses rekonstruksi.

Baca Juga  Deteksi Covid-19, Ratusan Anggota Polres Tulungagung Jalani Rapid Test

“Kalau pasal 351 kan harus ada niatnya, saya melihat terdakwa tidak ada niat (menganiaya-red),” terangnya.

Anik melanjutkan, ketika itu terdakwa hanya berupaya untuk mengamankan korban karena membawa sajam. Selanjutnya, terdakwa menjegal korban hingga mengakibatkan korban terjatuh dan kepalanya membentur aspal.

“Jadi terdakwa ini kurang hati-hati saja,” imbuhnya.

Anik juga mengakui, bahwa pasal 359 ini adalah inisiatifnya agar ditambahkan pada berkas perkara terdakwa. Ketika itu, berkas sudah dilimpahkan ke kejaksaan, Namun karena dirinya melihat hasil penyelidikan belum lengkap (P-18), akhirnya ia mengembalikan berkas tersebut untuk menambahkan pasal 359.

Sementara itu Penasehat Hukum terdakwa Gaguk, Heri Widodo mengungkapkan, dengan tuntutan 2 tahun 6 bulan penjara terhadap kliennya ini pihaknya optimis jika kliennya bisa bebas karena tidak bersalah.

“Atas tuntutan itu kami yakin terdakwa akan dibebaskan atas perkara ini,” ungkapnya.

Pada lanjutan sidang berikutnya dengan agenda pledoi atau pembelaan terdakwa pada Kamis (3/9/2020) nanti, pihaknya akan memanfaatkannya untuk meyakinkan hakim jika perbuatan terdakwa tidak bersalah, dan apa yang dilakukan terdakwa ini tindakannya dibenarkan oleh hukum.

Baca Juga  Troble Jaringan Internet, Warnai Pelaksanaan PBAK Virtual IAIN Tulungagung

“Mudah-mudahan majelis hakim juga sepakat dengan hal ini,” pungkasnya. (yp)

News Feed