oleh

Janjikan Kayu Jati Glondongan, Pria Asal Jember Masuk Bui

Banyuwangi, (afederasi.com) – Unit Reskrim Polsek Genteng, Banyuwangi berhasil mengamankan Imam Muhtadi (55), warga Kabupaten Jember yang diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Kapolsek Genteng AKP Sudarmaji melalui Kanit Reskrim, Iptu Fendi Susanto mengatakan, korban M. Sucipto warga Dusun Krajan, RT 02 RW 05, Desa Setail, Kecamatan Genteng mengaku ditipu oleh tersangka Imam Muhtadi. Merasa dirugikan korban  langsung melaporkan kasus ini ke Polsek Genteng.

“Pelaku diamankan pada Sabtu (13/2/2021) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari,” kata Iptu Fendi Susanto, Selasa (16/2/2021).

Menurut Iptu Fendy, terjadinya dugaan penipuan tersebut, bermula korban berkenalan dengan tersangka pada awal bulan Desember 2020, saat itu tersangka mendatangi rumah korban untuk meminta sumbangan untuk  anak yatim. Dari perkenalan itulah, tersangka mengaku mempunyai kenalan seorang Kiai pengasuh Pondok Pesantren yang memiliki ilmu yang sangat hebat.

“Dari pertemuan tersebut, tersangka menjanjikan kepada korban akan diberi ilmu mengikat bumi/jagat. Dan mengiming-imingi korban akan diberi kayu jati glondongan,” terangnya.

Baca Juga  Malas Menggunakan Masker, Beberapa Warga Genteng Terjaring Operasi Yustisi

Lanjut Kanit Reskrim agar korban bisa memiliki ilmu mengikat bumi/jagat, ada persyaratannya, yaitu korban harus menyerahkan uang sebesar Rp50 juta.

“Korban  bisa memiliki ilmu mengikat bumi dan kayu jati glondongan asal korban mau membantu Kiai sebesar Rp 50 juta,” jelasnya.

Sayangnya, setelah uang sebesar Rp 50 juta ditransfer, ternyata janji-janji tersebut tidak kunjung ada, hingga korban mendatangi langsung Kiai di Ponpes yang dimaksud, namun tidak ada.

“Karena merasa dibohongi, korban langsung melaporkan kasus ini ke Polsek Genteng,” paparnya.

Dari penangkapan terduga pelaku tindak pidana penipuan dan penggelapan ini, aparat Polsek Genteng berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit  handphone merk Lenovo dan 1 lembar bukti transfer dari bank BNI

“Tersangka dijerat pasal 378 dan atau pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan pengelapan. Tersangka kami tahan untuk menjalani pemeriksaan,” pungkasnya. (ron/dn)

News Feed